Showing posts with label Untuk Sahabatku. Show all posts

KISAH NYATA PERJALANAN HIDUP YANG MENGHARUKAN (part 7)

11:19:00 AM
Cerita Perjalanan Hidup yang mengharukan….

Cerita ini adalah kisah nyata…dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.

ceritax seh panjang banget (namanya juga diary), tapi setelah membacanya anda akan mendapatkan suatu makna yang sangattttttt......... berharga

langsungmaq bacaq

Bacalah semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

============ ========= ========= ========= ========= ========= ========= =
Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita
???

************ ********* ********* ********* *********
********* **

Hari itu,,,aku dengan nya berkomitmen untuk menjaga cinta
kita..

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana tapi sangat meriah…..

Ia menjadi pria yang sangat romantisan pada waktu itu.

Menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan
& mapan pula

Ketika kami pacaran dia sudah sukses dalam karir nya.

Kami berbulan madu di tanah suci,,itu janjinya ketika kami
berpacaran

Setelah menikah aku mengajaknya untuk umroh ke tanah
suci….

Aku sangat bahagia dengan nya,,diya sangat memanjakan
aku…. Sangat
terlihat rasa cinta dan sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang,kami pasangan yang serasi. Sangat
terlihat sekali
bagaimana suamiku memanjakanku. Aku bahagia menikah
dengannya.

************ ********* ********* ********* *********
********* *********
********* *******

5 Tahun sudah kami menikah, sangat tak terasa waktu
berjalan, walaupun kami
hanya berdua saja.

Karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang
malaikat kecil
di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu – satunya dalam keluarga
nya,,jadi aku harus
berusaha untuk dapat meneruskan generasi nya…

Alhamdulillah suamiku mendukung ku…. Ia mengaggap Allah
belum mempercayai
kami untuk menjaga titipan NYA.

Tapi keluarga nya mulai resah,, Dari awal kami menikah ibu
& adiknya tidak
menyukaiku,, aku sering mendapat perlakuan yang tidak
menyenangkan dari
mereka,,tapi aku menutupi dari suami ku…..

didepan suami ku,,mereka sangat baik pada ku,,tapi
dibelakang suami ku,,aku
dihina – hina oleh mereka…

Pernah suatu ketika, 1 tahun usia pernikahan kami, suamiku
mengalami
kecelakaan,, , mobilnya hancur

Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir
membuat ku menjadi
seorang janda.

Ia dirawat dirumah sakit,,pada saat dia belum sadarkan
diri,,aku selalu
menemaninya siang & malam, kubacakan ayat – ayat suci
Al – Qur’an,aku sibuk
bolak – balik rumah sakit dan tempat aku melakukan
aktivitas sosialku, aku
sibuk mengurus suamiku yang sakit karean kecelakaan.

Ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah
kami,,aku melihat
didalam kamarnya ada ibu, adik – adiknya dan teman – teman
suamiku, dan satu
lagi aku melilhat seorang wanita yg sangat akrab dengan
ibunya. Mereka
tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis
ketika melihat
suami ku sudah sadar,,tapi aku tak boleh sedih di
depannya.

Kubuka pintu yg tertutup rapat itu,sambil mengatakan
“Assalammu’alaikum”
mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan
pintu dan mereka
semua melihatku,,, suamiku menatapku penuh manja,,mungkin
ia kangen padaku
karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup. Tangannya
melambai,,mengisyar
atkan aku untuk memegang tangannya yg erat. Setelah aku
menghampirinya, ku
cium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum” , ia pun
menjawab salam ku
dengan suaranya yg lirih tapi penuh dengan cinta. Aku pun
senyum melihat
wajahnya.
Ibu nya lalu berbicara sama aku …

“Fis, kenalakan ini Desi teman Fikri”

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah
mencintainya,
perempuan itu bernama Desi, dan diya sangat akrab dengan
keluarga suamiku.
Dan akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga.
Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku
biacara di dalam
ruangan,,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka – luka di
kepala suamiku,,,baru
sebentar aku membersihkan mukanya,,tiba – tiba adik ipar ku
yg bernama Dian
mengajakku keluar,ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku
pun
mengijinkannya. Aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata ” lebih baik kau
pulang saja ” Ada
kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Aku pun tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan
alasan abang
harus banyak beristirahat, karena sikologisnya masih
labil,, Aku berdebat
dengannya mengapa aku tidak boleh pamitan pada suamiku,
tapi tiba – tiba ibu
mertuaku datang menghampiriku dan ia mengatakan hal yg
sama, ia akan memberi
alsan pada suamiku mengapa aku pulang tak pamitan pada nya,
toj suamiku
selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya salah suamiku
tetap saja
membenarkannya, akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah
sakit itu dengan
linangan air mata. Sejak saat itu aku tidak pernah
diijinkan menjenguk
suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya
bisa menangis dlm
kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

************ ********* ********* ********* *********
********* *********
********* *******

Hari itu, aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku
takut
kehilangannya, aku takut cintanya dibagi denagn yang lain.
Pagi itu, pada
saat aku membersihakn pekarang rumah kami, suamiku
memanggil ku ke taman
belakang, ia baru aja selesai sarapan, ia mengajakku duduk
di ayunan favorit
kami, sambil melihat ikan – ikan yang bertaburan di kolam
air mancur itu.
Aku bertanya ” Ada apa kamu memanggil ku ?”

Ia berkata ” Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang


Aku menjawab ” Ia sayang aku tahu, aku sudah mengemasi
barang – barang kamu
di travel bag dan kamu sudah pegang tiket bukan ?”

“Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku
disana, aku juga sdh
lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita
menikah dan aku kan
pulang dengan mama ku ” Jawab nya tegas

“Mengapa baru bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu
disana ?” tanya ku
balik kepada nya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit
rasa kecewa karena
ia baru memberitahu rencana kepulanggannya itu, padahal aku
bersusah payah
mencarikan tiket pesawat untuknya.

” Mama minta aku yang menemani nya saat pulang nanti ”
jawab nya tegas

” Sekarang aku ingin seharian dengan kamu, karena nanti
kita 3 minggu tidak
bertemu, ya kan ?” lanjut nya lagi sambil memeluk ku dan
mencium keningku.
Hatiku sedih, dengan keputusannya, tapi tak boleh aku
tunjukkan pada nya.
Bahagianya aku, dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa
sayang &
cintanya.
Walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama
suamiku, tapi
karena keluarga nya tidak menyukaiku hanya karena mereka
cemburu pada ku
karena suamiku sangat sayang pada ku, aku memutuskan agar
ia saja yg pergi,
dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran
rumah tangga kami.
Karena ini acara sakral bagi keluarganya. Jadi seluruh
keluarga nya harus
komplit, aku pun tak diperdulikan oleh keluarganya harus
datang atau tidak,
tidak hadir justru membuat mereka sangat senang, aku pun
tak mau membuat
riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan
keperluannya
yang akan dibawa ke Sabang, ia menatapku dan menghapus
airmata yang jatuh
dipipiku lalu aku peluk erat dirinya, hati ini bergumam
seakan terjadi
sesuatu,,tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku
hanya bisa menangis
karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah di tinggal pergi selama ini, karena kami
selalu bersama -
sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian tidak punya
teman, hanya pembantu
saja teman ngobrolku.

Hati ini sedih akan di tinggal pergi oleh nya.

Sampai keesokan hari nya, aku menangis..menangisi
kepergiannya.
Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi
aku tak boleh
berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti
akan selalu
menelpon ku.

************ ********* ********* ********* *********
********* *********
********* ********* ********

Berjauhan dengan suamiku, sangat tidak nyaman, aku merasa
sendiri. Untunglah
aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadi aku
tak terlalu
kesepian di tinggal pergi ke Sabang.
Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami
buruk,saat ia di sana aku
pun jatuh sakit…rahimku sakit sekali seperti dililit oleh
tali,,,tak tahan
aku menhan rasa sakit dirahimku ini,sampai – sampai aku
mengalami
pendarahan,, aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki -
lakiku yang
kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena
kanker mulut rahim
stdium 3…. Aku menangis,,apa yang bisa aku banggakan
lagi,,mertuaku akan
semakin menghinaku,, ,suami ku yang malang,,yang berharap
akan punya
keturunan dari rahimku… Aku tak bisa memberikannya
keturunan. Dan aku
hanya memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku menunggu ia pulang,,kapan ia
pulang, aku tak
tahu..

Sementara suamiku disana,,aku tidak tahu mengapa ia selalu
marah – marah
jika menelponku,, bagaimana aku akan cerita kondisiku jika
ia selalu marah -
marah terhadapku,,

Lebih baik aku tutupi dulu,,dan aku juga tak mau membuatnya
khawatir selama
ia berada di Sabang.
Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang,
aku akan cerita
pada nya.
Setiap hari aku menanti suami ku pulang, hari demi hari aku
hitung….

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku
sedang melihat foto -
f oto kami, ponselku berbunyi, menandakan ada sms yang
masuk.

Ku buka di inbox ponselku, ternayta dari suamiku yang sms,
ia menulis “aku
sudah beli tiket untuk pulang, aku pulang nya satu hari
lagi, aku aku
kabarin lagi”.

Hanya itu saja yang diinfokannya, aku ingin marah, tapi aku
pendam saja ego
yang tidak baik ini. Hari yg aku tunggu pun tiba,,aku
menantinya di rumah.
Sebagai seorang istri, aku pun berdandan yang cantik dan
memakai parfum
kesukaannya untuk menyambut suamiku pulang, dan aku akan
menyelesaikan
masalah komunikasi kami yg buruk akhir – akhir ini.

Bel pun berbunyi, kubuka kan pintu untuknya ia pun mengucap
salam, sebelum
masuk aku pegang tangannya ke depan teras, ia tetap
berdiri, aku membungkuk
untuk melepaskan sepatu, kaos kaki dan ku cuci kedua
kakinya, aku tak mw ada
syaithan yang masuk ke dalam rumah kami, setelah itu aku
pun berdiri
langsung mencium tangannya tapi apa reaksi nya …

Masya Allah ia tidak mencium keningku, ia langsung naik
keatas, ia langsung
mandi dan tidur,tanpa bertanya kabarku..

Aku hanya berpikiran, mungkin dia capek. Aku pun segera
merapikan bawaan nya
sampai aku pun tertidur. Malam menunjukkan 1/3 malam,
mengingatkan aku pada
tempat mengadu yaitu Allah, Sang Maha Pencipta.
Biasa nya kami selalu berjama’ah, tapi karena melihat nya
tidur sangat
pulas, aku tak tega membangun kannya, aku helus mukanya,
aku cium kening
nya, lalu aku sholat tahajud 8 rakaat plus witir 3
raka’at.

************ ********* ********* ********* *********
********* *********
********* ********* ***

Aku mendengar suara mobinya, aku terbangun lalu aku liat
dia dari balkon
kamar kami dia bersiap – siap untuk pergi, aku memanggil
nya tapi ia tak
mendengar, lalu aku langsung ambil jilbabku, aku lari dari
atas ke bawah
tanpa memperdulikan darah yg bercecer dari rahimku, aku
mengejarnya tapi ia
begitu cepat pergi,,ada apa dengan suamiku…mengapa ia
sangat aneh
terhadapku ?

Aku tidak bisa diam begitu saja firasatku ada sesuatu.
Saat itu juga aku langsung menelpon kerumah mertuaku,
kebetulan Dian yang
angkat telpon nya, aku bercerita dan aku bertanya apa yang
terjadi dengan
suamiku. Dengan enteng ia menjawab “Loe pikir aja sendiri
!!!” telpon pun
langsung terputus.

Ada apa ini ? Tanya hatiku penuh dalam kecemasan. Mengapa
suamiku berubah
setelah ia pulang dari kota kelahirannya. Mengapa ia tak
mau berbicara
padaku, apalagi memanjakan ku.

Semakin hari ia menjadi orang yang pendiam, seakan ia telah
melepas tanggung
jawabnya sebagai seorang suami, kami berbicara seperlunya
saja, aku selalu
di introgasinya, aku dari mana dan mengapa pulang
terlambat, ia bertanya
denagn nada yg keras, suamiku telah berubah.

Bahkan yang membuat ku kaget, aku pernah di tuduh nya
berzina dengan mantan
pacarku. Ingin rasanya aku menampar suamiku yang telah
menuduhku serendah
itu, tapi aku selalu ingat, sebagaimana pun salahnya
seorang suami, status
suami tetap di atas para istri, itu yang aku pegang, aku
hanya berdo’a agar
suamiku sadar akan prilakunya. *******

2 Tahun berlalu, suamiku tak berubah juga, aku menangis
tiap malam, lelah
menanti seperti ini, kami seperti orang asing yang baru
saja kenal,
kemesraan yang kami ciptakan dulu telah sirna, walaupun
kondisinya tetap
seperti itu, aku tetap merawatnya & menyiapi segala
yang ia perlukan.
Penyakitku pun masih aku simpan dengan baik dan ia tak
pernah bertanya obat
apa yang aku minum. Kebahagiaan ku telah sirna, harapan
menjadi ibu pun
telah aku pendam. Aku tak tahu kapan ini semua akan
berakhir.

Bersyukurlah, aku punya penghasilan sendiri dari
aktifitasku sebagai seorang
guru ngaji jadi aku tak perlu repot – repot meminta uang
pada nya hanya
untuk pengobatan kankerku. Aku pun hanya berobat
semampuku.

Sungguh suami yang dulu aku puja, aku banggakan sekarang
telah menjadi orang
asing, setiap aku tanya ia selalu meyuruhku untuk berpikir
sendiri.
Tiba – tiba saja malam itu, setelah makan malam selesai,
suamiku
memanggilku.

“ya ada apa Yah !” sahutku dengan memanggil nama
kesayangannya “Ayah”

“Lusa kita siap – siap ke Sabang ya !” Jawabnya tegas

“Ada apa ?” Mengapa ?” sahutku penuh dengan keheranan

Astaghfirullah. ..suami ku yang dulu lembut menjadi kasar,
diya mebentakku,,
tak ada lagi diskusi anatara kami.

Dia mengatakan ” Kau ikut saja jgn byk tanya !!! ”

Aku pun lalu mengemasi barang – barang yang akan dibawa ke
Sabang sambil
menangis,sedih karena suamiku yang tak ku kenal lagi.

2 Tahun pacaran, 5 tahun kami menikah dan sudah 2 tahun
pula ia menjadi
orang asing buat ku. Ku lihat kamar kami yg dulu hangat
penuh cinta yang
dihiasi foto pernikahan kami sekarang menjadi dingin,
sangat dingin dari
batu es. Aku menangis dengan kebingungan ini. Ingin rasanya
aku berontak
tapi aku tak bisa, suamiku tak suka dengan wanita yang
kasar, ngomong dengan
nada tinggi, suka membanting barang – barang, dia bilang
perbuatan itu
menunjukkan ketidakhormatan kedapanya. Aku hanya bisa
bersabar menantinya
bicara dan sabar mengobati penyakitku ini sendiri.
************ ********* ********* ********* *********
********* *********
********* ********* ********* *********

Kami telah sampai di Sabang, aku masih merasa lelah karena
semalaman aku
tidak tidur, karena terus berpikir. Keluarga besar nya
telah berkumpul
disana, termasuk ibu & adik – adiknya, aku tidak tahu
ada acara apa ini..
Aku dan suamiku pun masuk ke kamar kami. Suamiku tak betah
didalam kamar tua
itu, ia pun keluar bergabung dengan keluarga besarnya.

Baru saja aku membongkar koper kami dan ingin memasukkannya
ke dlm lemari
tua yg berada di dekat pintu kamar, lemari tua itu telah
ada sebelum suamiku
lahir.
Tiba – tiba Tante Lia, tante yang sangat baik pada ku
memanggil ku untuk
segera berkumpul diruang tangah, aku pun ke ruang keluarga
yag berada di
tengah rumah besar itu, rumah zaman peninggalan belanda
diaman langit -
langit nya lebih dari 4 meter. aku duduk disamping suamiku,
suamiku menunduk
penuh dengan kebisuan, aku tak berani bertanya pada nya,
tiba – tiba saja
neneknya, orang yang dianggap paling tua dan paling berhak
atas semuanya
membuka pembicaraan.

“Baiklah,karena kalian telah berkumpul, nenek ingin bicara
dengan kau Fisha
! ” Nenek nya bicara sangat tegas.. Dengan sorot mata yang
tajam.
” Ada apa ya Nek ?” sahutku dengan penuh tanya..
Nenek pun menjawab ” Kau telah gabung dengan keluarga kami
hampir 8 tahun,
sampai saat ini kami tak melihat tanda – tanda kehamilan
yang sempurna,
sebab selama ini kau selalu keguguran !!’

Aku menangis, untuk inikah aku diundang ke mari, untuk
dihina atau di
pisahkan dengan suamiku.

“Sebenarnya kami sudah punya calon untuk Fikri, dari dulu,
sebelum kau
menikah dengannya, tapi Fikri anak yang keras kepala, tak
mau di atur, dan
akhirnya menikahlah ia dengaa kau.” Neneknya berbicara
sangat lantang,
mungkin logat orang Sabang seperti itu semua.

Aku hanya bisa tersenyum dan melihat wajah suamiku yang
kosong matanya.
“Dan aku dengar dari ibu mertua mu kau pun sudah berkenalan
dengannya”
Neneknya masih melanjutkan pembicaraan itu.

Sedangkan suamikku hanya diam saja, tapi aku lihat air
matanya. Ingin aku
peluk suamiku agar ia kuat dengan semua ini, tapi aku tak
punya keberanian.

Nenek nya masih saja berbicara panjang lebar dan yang
terakhir dari
pembicaraannya ialah dengan wajah yang sangat menantang ia
berkata ” kau mau
nya gimana ? kau di madu atau diceraikan ?”

Masya Allah…… kuat kan hati ini, aku ingin jatuh
pingsan, hati ini
seakan remuk mendengar nya, hancur hati ku, mengapa
keluarganya bersikap
seperti ini terhadapku..

Aku selalu munutupi masalah ini dari kedua orang tuaku yang
tinggal di pulau
kayu tersebut, mereka mengira aku sangat bahagia 2 tahun
belakangan ini.

“Fish, jawab !! ” Dengan tegas Ibunya langsung memintaku
untuk menjawab

Aku langsung memegang tangan suamiku, dengan tangan yang
dingin dan gemetar
aku menjawab dengan tegas……. ..
” Walaupun aku tidak bisa berdiskusi dulu dengan imamku,
tapi aku dapat
berdiskusi dengannya melalui bathiniah, untuk kebaikan dan
masa depan
keluarga ini, aku akan menyambut baik seorang wanita baru
dirumah kami.”

Itu yang aku jawab, dengan kata lain aku rela cinta ku di
bagi, pada saat
itu juga suami ku memandangku dengan tetesan air mata, tapi
mata ku tak
sedikit pun menetes di hadapan mereka.
Aku lalu bertanya kepada suami ku, “Ayah siapakah yang akan
menjadi sahabat
ku dirumah kita nanti Yah ? ”

Suamiku menjawab ” Dia Desi ! ”

Aku pun langsung menarik napas dan langsung berbicara ”
Kapan pernikahan nya
berlangsung ? Apa yang harus saya siapkan dalam pernikahan
ini Nek ?”

Ayah mertuaku menjawab “Pernikahannya 2 minggu lagi.”

” Baiklah kalo begitu saya akan menelpon pembantu di rumah,
untuk menyuruh
nya mengurus KK kami ke kelurahan besok” setelah berbicara
seperti itu aku
permisi untuk pamit ke kamar.

Tak tahan lagi, air mata ini akan turun, aku berjalan
sangat cepat, aku buka
pintu kamar, aku langsung duduk di tempat tidur. Ingin
berteriak, tapi aku
sendiri disini. Tak kuat rasanya menerima hal ini, cintaku
telah
dibagi,,sakit. ..diiringi akutnya penyakitku. Apakah karena
ini suamiku
menjadi orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini ?

Aku berjalan menuju ke meja rias, ku buka jilbabku, aku
bercermin sudah
tidak cantikkah aku ini, ku ambil sisirku, aku menyisiri
rambutku yang
setiap hari rontok, ku lihat wajahku,,ternyata aku memang
sudah tidak cantik
lagi, rambutku sudah hampir habis, kepalaku sudah botak
dibagian tengahnya.

Tiba – tiba pintu kamar ini terbuka, ternyata suami ku
datang, ia berdiri
dibelakangku, ,tak kuhapus air mata ini aku langsung
memandangnya dari
cermin meja rias itu.

Kami diam sejenak, lalu aku mulai pembicaraan “terimah
kasih ayah, kamu
memberi sahabat kepada ku, jadi aku tak perlu sedih lagi
saat ditinggal
pergi kamu nanti ! iya kan ?”

Suami ku mengangguk sambil melihat kepalaku tapi tak
sedikitpun ia tersenyum
dan bertanya knp rambutku rontok, dia hanya mengatakan
jangan salah memakai
shampo, dalam hati ku mengapa ia sangat cuek ? ia sudah tak
memanjakan ku
lagi.. Lalu dia bilang bilang “sudah malam, kita istirahat
yuk ” !

“Aku sholat isya dulu baru aku tidur” jawab ku tenaang.

Dalam sholat, dalam tidur aku menangis, ku hitung waktu,
kapan aku akan
berbagi suami dengannya. Aku pun ikut sibuk mengurusi
pernikahan suamiku.
Aku tak tahu kalo Desi orang Sabang juga. Sudahlah ini
mungkin takdirku. Aku
ingin suamiku kembali seperti dulu, yang sangat memanjakan
aku, diamana rasa
sayang dan cintanya itu.

************ ********* ********* ********* *********
********* *********
***

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menulis curahan
hatiku di
laptopku.

Di laptop aku menulis saat – saat terakhirku melihat
suamiku, aku marah pada
suamiku yang telah menelantarkanku. Aku menangis melihat
suamiku yang tidur
pulas, apa salahku sampai ia berlaku kejam kepada ku. Aku
save di my
document yang bertitle “Aku mencintaimu Suamiku ”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak
sanggup untuk
keluar, aku berdiri didekat jendela, aku melihat matahari,
mungkin aku
takkan bisa melihat sinarnya lagi. Aku berdiri sangat
lama,, lalu suamiku
yang telah siap dengan pakaian pengantinnya masuk dan
berbicara padaku.

“Apakah kamu sudah siap ?”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

“Nanti jika ia telah sah jadi istrimu, ketika kamu membawa
ia masuk ke
dalam rumah ini, cucilah kaki nya sebagaimana kamu mencuci
kaki ku dulu,
lalu ketika kalian masuk ke dalam kamar pengantin bacakan
do’a di ubun -
ubunya sebagaimana yang kamu lakukan pada ku dulu lalu
setelah itu…..” tak
sanggup aku ingin meneruskan pembicaraan ini, aku ingin
menagis meledak

Tiba – tiba suamiku menjawab “lalu apa Bunda ?”

Aku kaget mendengar kata itu, yang tadinya aku menunduk,aku
langsung
menatapnya dengan mata yang berbinar – binar…

“bisa kamu ulangi apa yang kamu ucapkan barusan ?” pinta ku
tuk menyakini
bahwa kuping ini tidak salah mendengar.

Dia mengangguk dan berkata ” Baik bunda akan ayah ulangi,
lalu apa bunda ?”
sambil ia menghelus wajah dan menghapus airmataku, dia agak
sidikit
membungkuk karena diya sangat tinggi, aku hanya sedada nya
saja.

Dia tersenyum, sambil berkata ” Kita liat saja nanti ya !”
dia memelukku dan
berkata, “bunda adalah wanita yang paling kuat yang ayah
temui selain mama”
lalu ia mencium keningku, aku langsung memeluk nya erat dan
berkata ” Ayah,
apakah ini akan segera berakhir ? Ayah kemana saja ?
Mengapa ayah berubah ?
Aku kangen sama ayah ? Aku kangen belaian kasih sayang ayah
? Aku kangen
dengan manjanya ayah ? Aku kesepian ayah ? Dan satu hal
lagi yang harus ayah
tau bahwa aku tidak pernah berzinah ! Dulu waktu awal kita
pacaran,aku
memang belum bisa melupakannya, setelah 4 bulan bersama
ayah baru bisa aku
terima, jika yang dihadapanku itu adalah lelaki yang aku
cari.” Bukan bearti
aku pernah berzina ayah. Aku langsung bersujud di kakinya
dan muncium kaki
imamku sambil berkata ” Aku minta maaf ayah telah membuatmu
susah”

Saat itu juga, diangkatnya badanku,ia hanya menangis.

Ia memelukku sangat lama, 2 tahun aku menanti dirinya
kembali.
Tiba – tiba perutku sakit, ia menyadari bahwa ada yang
tidak beres dengan
ku, dan ia bertanya ” bunda baik – baik saja kan” tanya nya
dengan penuh
khawatir.

“aku pun menjawab, bisa memeluk dan melihat kamu kembali
seperti dulu itu
sudah mebuatku baik Yah” aku tak bisa bicara sekarang.
Karena dia akan
menikah. Aku tak mau buat diya khawatir. Dia harus khusyu
menjalani acara
prosesi akad nikah tersebut.

************ ********* ********* ********* *********
********* *********
********* ********* *

Setelah tiba dimasjid, ijab qabul pun dimulai. Aku duduk di
sebrang
suamiku.

Aku melihat suamiku duduk berdampingan dengan perempuan itu
membuat hati ini
cemburu, ingin berteriak mengatakn “Ayah Jangan” tapi aku
ingat akan kondisi
ku.

Jantung ini berdebar kencang, ketika mendengar ijab qabul
tersebut. Begitu
ijab qabul selesai, aku menarik napas panjang, Tante Lia,
tante yang baik
itu, memelukku. Dalam hati aku berusaha untuk menguatkan
hati ini, ya,,aku
kuat.

Tak sanggup aku melihat mereka duduk bersanding di
pelaminan. Orang – orang
yang hadir di acara resepsi itu iba melihatku, mereka
melihatku sangat aneh,
wajahku yang selalu tersenyum tapi hatiku menangis.

Sampai dirumah, suamiku langsung masuk ke dalam rumah
begitu saja, tak
mencuci kaki nya. Aku sangat heran dengan prilaku nya. Apa
iya, dia tidak
suka dengan pernikahan ini ?

Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga su


Sementara itu Desi sambut hangat di dalam keluarga
suamiku,tak seperti aku
yang di musuhinya.

Malam ini aku tak bisa tidur, bagaimana bisa !! Suamiku
akan tidur dengan
perempuan yang sangat aku cemburui. Aku tak tau apa yang
mereka lakukan
didalam.

1/3 malam, pada saat aku ingin sholat lail aku keluar untuk
berwudhu, aku
melihat ada lelaki yang mirip suamiku tidur disofa ruang
tengah, ku dekati
lalu ku lihat…. Masya Allah, suamiku tak tidur
dengannya,ia tidur disofa,
aku duduk disofa itu sambil menghelus mukanya yang lelah,
tiba – tiba ia
memegang tangan kiriku, tentu saja aku kaget.

“kamu datang ke sini, aku pun tau ” ia langsung berkata
seperti itu, aku
tersenyum dan megajaknya sholat lail. Setelah sholat lail,
ia mengatakan
“maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita
karena ego nya aku.
Besok kita pulang ke Jakarta, biar Desi pulang denagn
mama,papa Dan juga
adik – adikku”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung
mengajakku untuk
istirahat. Saat tidur ia memelukku sangat erat. Aku
tersenyum saja, sudah
lama ini tidak terjadi. Ya Allah, apakah Engkau akan
menyuruh malaikat maut
untuk mengambil nyawaku sekarang ini, aku telah meresakan
kehadirannya saat
ini. Tapi masih bisakah engaku ijinkan aku untuk mersakan
kehangatan dari
suamiku yang telah hilang selama 2 tahun ini.

Suamiku berbisik, “Bunda kok kurus ?”

Aku menangis dalam kebisuan. Pelukannya masih bisa aku
rasakan.

Aku pun berkata “Ayah kenapa tidak tidur dengan Desi ?”

” Aku kangen sama kamu Bunda ” Aku tak mau menyakitimu
lagi, kamu sudah
terluka oleh sikapku yang egois” Dengan lembut suamiku
menjawab seperti
itu.

Lalu suamiku berkata, ” Bun, ayah minta maaf telah
menelantarkan bunda…
Selama ayah di Sabang, ayah dengar kalo bunda tidak tulus
mencintai ayah,
bunda seperti mengejar sesuatu, seperti harta ayah, dan
satu lagi ayah
pernah melihat sms bunda dengan mantan pacar bunda dimana
isinya klo bunda
gk mw berbuat seperti itu, dan seperti itu di beri tanda
kutip ( “seperti
itu” ), ayah ingin ngomong tapi takut bunda tersinggung,
dan ayah berpikir
klo bunda pernah tidur dengannya sebelum bunda bertemu
ayah, terus ayah
dimarahi oleh keluar ayah karena ayah terlalu memanjakan
bunda ”

Hati ini sakit ketika difitnah oleh suamiku, ketika tidak
ada kepercayaan
didirinya, hanya karena omongan keluarganya, yang tidak
pernah melihat
betapa tulusnya aku mencintai pasangan seumur hidupku ini.

Aku hanya menjawab “Aku sudah ceritakan itu kan Yah,
akutidak pernah
berzinah, dan aku mencintaimu setulus hatiku, jika aku
hanya mengejar
hartamu, mengapa kamu, banyak lelaki yang lebih mapan
darimu waktu itu Yah.
Jika aku hanya mengejar hartamu, aku tak mungkin setiap
hari menangis karena
menderita mencintaimu.

Entah aku harus bahagia atau aku harus sedih karena
sahabatku sendirian di
kamar pengantin itu. Malam itu, aku menyelesaikan masalahku
dengan suamiku
dan berusaha memaafkannya beserta sikap keluaraganya juga.
Karna aku tak mau
mati dalam hati yang penuh denagn rasa benci.

************ ********* ********* ********* *********
********* *********
********* ********* *****

Keesokan harinya….. …..

Katika aku ingin bangun untuk mengambil wudhu, kepalaku
pusing, rahimku
sakit sekali..aku pendarahan.. suamiku kaget…

Suamiku kaget bukan main, ia langsung menggendongku.

Aku pun dilarikan ke rumah sakit….

Jauh sekali aku mendengar suara zikir suamiku….

Aku merasakan tanganku basah…

Ketika kubuka mata ini, kulihat wajah suamiku penuh dengan
rasa
kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku dengan erat.. Dan mengatakan ”
Bunda,,Ayah minta
maaf ,,,,!!”

Berapa kali ia mengucapkan hal itu. Dalam hati ku, apa ia
tahu apa yang
terjadi padaku.

Aku berkata dengan suara yang lirih ” Yah….Bunda ingin
pulang,,bunda ingin
bertemu kedua orang tua bunda, anterin bunda kesana ya
Yah….”

“Ayah jangan berubah lagi ya !!! Janji ya Yah… !!! Bunda
sayang banget
sama Ayah ”

Tiba – tiba saja kakiku sakit sangat sakit, sakit nya
semakin keatas, kakiku
sudah tak bisa bergerak lagi, aku tak kuat lagi memegang
tangan suamiku,
kulihat wajahnya yang tampan, linangan air matanya.

Sebelum mata ini tertutup ku lafazkan kalimat syahadat dan
ditutup denagn
kalimat tahlil.

\\\\\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\
\\\\\\\\\ \\\\\\\\\
\\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\ \\\\\\\\\
\\\\\\\\\

Aku bahagia melihat suamiku punya pengganti diriku

Aku bahagia selalu melayaninya dalam suka dan duka,,

Menemaninya dalam ketika ia mengalami kesulitan dari kami
pacran samapai
kami menikah.

Aku bahagia bersuamikan dia. Dia adalah nafas ku.

Untuk Ibu mertuaku : “Maafkan aku telah hadir didalam
kehidupan anakmu
sampai aku hidup didalam hati anakmu, ketahuilah Ma, dari
dulu aku selalu
berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau
fitnah diriku
didepan suamiku, apa engkau punya bukti nya Ma. Mengapa
engkau sangat
cemburu padaku Ma ? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah
menyuruhnya untuk
durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti apa yang
kamu inginkan dari
anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Dengan Desi kau
sangat baik tetapi
dengan ku, menantumu kau bersikap sebaliknya.”

************ ********* ********* ********* *********
********* *********
********* ********* ********* ******

Setelah ku buka laptop,ku baca curhatan istriku

Ayah,,mengapa keluargamu sangat membenciku

Aku dihina oleh mereka ayah.

Mengapa mereka bisa baik terhadapku pada saat ada dirimu ?

Pernah suatu ketika, aku bertemu Dian di jalan, aku
menegornya karena dia
adik iparku tapi aku disambut denagn wajah ketidak
sukaannya. Sangat
terlihat Ayah.

Tapi ketika engaku bersamaku, Dian sangat baik, sangat
manis dan ia
memanggilku dengan panggilan yang sangat menghormatiku.
Mengapa seperti itu
ayah.

Aku tak bisa berbicara ttg ini padamu, karen aku tahu kamu
pasti membela
adikmu, tak ada gunanya Yah.

Aku diusir dari rumah sakit.

Aku tak boleh merawat suamiku.

Aku cemburu paad Desi yang sangat akrab dengan mertuaku

Tiap hari ia datang ke rumah sakit bersama mertuaku

Aku sangat marah….

Jika aku membicarakn hal ini pada suamiku, ia akan pasti
membela Desi dan
ibunya.

Aku tak mau sakit hati lagi.

Ya Allah kuatkan aku,,maafkan aku

Engkau Maha Adil.

Berilah keadilan ini padaku Ya Allah

Ayah sudah berubah, ayah sudah tak sayang lagi pada ku.

Aku berusaha untuk mandiri ayah, aku tak akan bermanja -
manja lagi padamu.

Aku kuat ayah dalam kesakitan ini.

Lihatlah ayah, aku kuat walaupun penyakit kanker ini terus
menyerangku.

Aku bisa melakukan ini semua sendiri ayah.

Besok suamiku akan menikah dengan perempuan itu

Perempuan yang aku benci, yang aku cemburui

Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian keluarga
suamiku

Aku harus sadar diri

Ayah,,sebenarnya aku tak mau diduakan olehmu

Mengapa harus Desi yang menjadi sahabatku ?

Ayah aku masih tak rela

Tapi aku harus ikhlas menerimanya

Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya

Semoga saja aku masih punya waktu untuk melihatnya
tersenyum untukku

Aku ingin sekali merasakan kasih sayangnya yang terakhir

Sebelum ajal ini menjemputku

Ayah…akuk kangen ayah

Dan kini aku telah membawamu ke orang tuamu Bun

Aku akan mengunjungimu sebulan sekali bersama Desi ke Pulau
Kayu ini

Aku akan selalu membawakanmu bunga mawar yang berwana pink
yang mencerminkan
keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.

Bunda akan selalu hidup dihati ayah.

Bunda… Desi tak sepertimu, yang tidak pernah marah…

Desi sangat berbeda denganmu, ia tak pernah membersihkan
telingaku, rambutku
tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah
dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu
sakit pun aku tak
perduli, dalam kesendirianmu. …

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, mungkin ayah masih
bisa tidur
dengan belaian tangan Bunda yang halus.

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat membutuhkan bunda..

Bunda,,kamu wanita yang paling tegar yang pernah kutemui.

Aku menyesal telah asik dalam keegoanku..

Bunda maafkan aku.. Bunda tidur tetap manis. Senyum manjamu
terlihat
ditidurmu yang panjang.

Maafkan aku , tak bisa bersikap adil dan membahagiakan mu,
aku selalu
mengiyakan apa kata ibuku, karena aku takut menjadi anak
durhaka. Maafkan
aku ketika kau di fitnah oleh keluargaku, aku percaya
begitu saja.

Apakah Bunda akan mendapat pengganti ayah di surga sana ?

Apakah Bunda tetap menanti ayah disana ? Tetap setia di
alam sana ?

Tunggulah Ayah disana Bunda……

Bisakan ? Seperti Bunda menunggu ayah di sini…… Aku
mohon…..

Ayah Sayang Bunda….
************ ********* ********* ********* *********
********* *********
********* ********* ********* ****

sumber:http://groups.yahoo.com/group/tentang-pernikahan/message/6395


Read On 2 komentar

KUNCI JAWABAN JENI 6

8:22:00 PM
sorry pren baruka datang dari sinjai jadi baruka bisa kasih link jawaban jeni 6, bagi teman2 yang mo ujian jeni 6, ini ta' kasih jawabannya, silahkan download and ngasih comment yah

link di http://www.4shared.com/file/124104013/b1d8b334/kunci_jawaban_jeni_6.html

tapi ada password untuk membuka filex :

password 1 : uler gatel
password 2 : ingatlah pada tuhanmu

for my pren


Read On 0 komentar

AMBIL MAKNA DARI KISAH INI (PART 1)

3:42:00 AM
Ternyata banyak hikmah yang bisa di ambil dari Ngeblog, mulai dari lmu komputer, belajar menulis, sampe baca-baca curhatnya orang ... he..he..he... MAJU TERUS BLOGGER MAKASSAR, dari pada lamai mendingan langsungmi baca kawan....

Cerita ini aku ambil pas lagi baca-baca di sebuah situs pertemanang,,,temangku sih dapetnya juga dari temanna,,, hehehe,,, sudah beruntun ternyata...ceritanya bagus banget.... tak ada salahnya juga baca ini,, banyak hikmah yang bisa diambil... dan catatan awalnya buat pembaca,,, cerita ini gak hanya untuk orang yang sudah nikah aja kok,,, yang single juga gak apa-apa,, kan pelajaran... hehehe...

selamat membaca...

WANITA YANG DICINTAI SUAMIKU

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,

"Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh... dasar anak nakal, sini piringnya," lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan....aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"

Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,


Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario


Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian...

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

" Mario, suamiku....

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku.....

Ternyata aku keliru.... aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima"

Di surat yang lain,

".........Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha...... "

Disurat yang kesekian,

".......Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.. .....

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya.. ......"

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya... dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini...

"........... ...Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?........."

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi...... aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante..... aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.... .." Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar.... Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku....

Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

My Diary
Jakarta, 7 Januari 2009 (dedicated to my friend....may you rest in peace...)


Read On 0 komentar

Sepuluh (10) Resep utk Cinta Abadi...

12:38:00 AM
1. Jgn Biarkan Nasib Buruk pd Masa Lalu MenghalangiMw utk Meraih Masa Dpn yg Lbh Cerah.Milikilah Sebuah Keberanian utk Meyakini akn Adax Suatu Kehidupan yg Lbh Baik.

2. Engkau adl Idola Seseorg,Siapapun DiriMw Adax.Brsbrlah Hingga Engkau Mndptkn Seseorg yg Bnr2 MenginginkanMw.

3. Jgn Mengubah Diri & KeyakinanMw Hny utk Mndptkn Seorg Pria.Bukanlah Kemenangan yg akn Kau Dptkn Jika Telah Kehilangan DiriMw yg Sbnrx.

4. Pertahankan Hrg Diri & KarakterMw Walaupun Apa yg Engkau Lakukan Tampak tak Berarti.Siapa Tau yg Kau Lakukan i2 Merupakn Jln utk Menemukn CintaMw.

5. Sbrlah Menanti Org yg Tepat UtkMw,Bukan utk tmn2Mw atw KlrgMw tp utk DiriMw Sndiri.Walaupun Engkau Merasa sdh Berkencan dgn Semua Pria yg Ada di Kota,Pria yg Tepat UtkMw Pasti Ada.

6. Jgn Biarkn Pengalaman Buruk dgn Seorg Pria Mmbwt Engkau Mencurigai Pria yg Lain.Tdk Semua Pria Berkelakuan Sm

7. Pusatkan Perhatian utk Memandang Sisi yg Terbaik,Bukan yg Terburuk,dr Org Lain.Engkau tdk akn Tau Sejauh Mana Sebuah Hubungan Bisa Berkembang.

8. Jgn Memaksa Org utk Mmbuktikan Cintax.Menguji Komitmen & Menjebak utk Mencari Kebenaran hny akan Menciptakan Kecurigaan & Bukan Kesetiaan.

9. Materi Bukanlah Solusi bagi Mslh2 yg Timbul dlm Menjalani Hubungan.Jmlh Uang Sebyk Apapun tk akan Prnh Cukup bagi Pasangan yg tdk Ideal.

10. Jgn Prnh Menyerah dlm Mencari Cinta,Meskipun Engkau Merasa telah Hidup Sendiri Slma 100 Thn.Lamax Masa yg Kau Butuhkan utk Menemukan Pasangan yg tepat tdk Menunjukkan Kualitas DiriMw yg Sesungguhx.
Read On 0 komentar

JIKA FACEBOOK ANDA DI NONAKTIFKAN

4:30:00 AM
beberapa minggu yang lalu, saya gak bisa membuka facebook saya, ada keterangan "maaf akun facebook anda telah dinonaktifkan (disabled) , setelah mencari tau ternyata saya telah melanggar TOS (perjanjian waktu mau buat akun facebook), yaitu dengan membuat nama palsu.

sebelumnya nama saya di facebook saya "facex lookman". setelah sekitar hampir lima sepuluh kali saya mengirim email ke Team facebook, dan ternyata mereka meminta saya untuk mengirimkan nama saya yang sebenarnya.

Setelah saya mengirim nama saya yang sebenarnya, dan meminta maaf, akhirnya team facebook berbaik hati membuka akun saya kembali. thanks for team facebook. add facebook & YMku yah di lumeks_tkj@yahoo.com. jika ada teman-teman yang mempunyai pertanyaan silahkan kirim email ke saya atau di Ym & Facebookku.

INILAH CONTOH EMAIL YANG SAYA KIRIM KE TEAM FACEBOOK DAN BALASAN EMAIL MEREKA

Hi Luqman,

This problem should now be resolved. Sorry for any inconvenience, and enjoy the site. If you have any further questions, let me know.

Thanks for contacting Facebook,

Brett
User Operations
Facebook



-----Original Message to Facebook-----
From: luqman syam (lumeks_tkj@yahoo.com)
To: The Facebook Team (info+d0pi2z2@facebook.com)
Subject: Re: my account disabled

thanks for your attention, but until now my facebook account is still disabled, please instructions

thanks
LUQMAN SYAM
facebook user


------ original message from facebook ---------
from: The Facebook Team d0pi2z2@facebook.com>
to:: lumeks_tkj@yahoo.com
subject: Re: my account disabled

Hi Luqman,

Your name has been changed, and we have reactivated your account. We apologize for any inconvenience. Enjoy the site.

Thanks,

Brett
User Operations
Facebook



-----Original Message to Facebook-----
From: luqman syam (lumeks_tkj@yahoo.com)
To: disabled@facebook.com (disabled@facebook.com)
Subject: my account disabled

I activate my account please, and I will not repeat my mistake, my account is lumeks_tkj@yahoo.com
real name is : first name: LUQMAN, last name: SYAM
thanks for your attention
I apologize if the words is less clear

BERJAYA TERUS BLOGGER MAKASSAR
Read On 0 komentar

KUTULIS UNTUK SAHABATKU YANG LAGI MAKAI HEROIN (WHY SHE LIKES HEROIN)

2:57:00 PM

SAHABAT......

Aku tak ingin menghakimimu. tapi aku hanya ingin mengingatkanmu. bukankan sebagai sahabat sejati kita harus saling mengingatkan. Aku tau saat ini kau tak percaya kepada siapa-siapa. Bahkan mungkin terhadapku. Aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa jalan itu bukanlah jalan yang terbaik. Jika kau pergi meninggalkan kami semua, aku tak dapat memaafkan diriku yang tak bisa membuatmu sadar akan jalan yang selama ini kau anggap bisa menenangkanmu.

SAHABAT....

Aku tak ingin seperti orang-orang yang selalu menghakimimu tanpa memberimu solusi terbaik. Aku juga berfikir mengapa orang-orang di sekitar kita begitu mudah menghakimi tanpa memberimu solusi.

SAHABAT.....

Aku tahu mungkin menurutmu ini jalan terbaik daripada bunuhdiri seperti yang selalu kau katakan padaku. tapi ketahuilah sahabat, kedua jalan itu salah. bukankah dalam Al' qur'an dikatakan Allah berfirman "apakah engkau kira, engkau bertaqwa sebelum engkau benar-benar di uji".

SAHABAT....
Aku tahu kau bisa menjalani ini semua.

SAHABAT.....
Aku tahu kau akan lulus dalam ujian ini. dan mendapatkan Rahmatnya.

SAHABAT....
Kami mungkin bukan guru yang baik untukmu. tapi kami ingin menjadi sahabat terbaik untukmu. Sahabat yang tak kan pernah meninggalkanmu.

KAMI SEMUA MENYAYANGIMU. DOA'KU SELALU MENYERTAIMU. DARI LUQMAN SAHABAT SEJATIMU

















Read On 0 komentar

TULISAN UNTUK SAHABAT-SAHABATKU DI FB, KAMPUS DAN FOURNET, TERUTAMA YANG TANPA SENGAJA TERSAKITI OLEHKU, JAGA KEKOMPAKAN FOURNET

1:36:00 PM
Kepada sahabat-sahabat ku yang ............MASIH SINGLE
Cinta ibarat kupu-kupu. Makin kau kejar, makin ia menghindar. Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat kau tak menduganya. Cinta bisa membahagiakanmu tapi sering pula ia menyakiti, tapi cinta itu hanya istimewa apabila kau berikan pada seseorang yang layak menerima. Jadi ... tenang-tenang saja, jangan ter-buru buru dan pilihlah yang terbaik.

Kepada sahabat-sahabat ku yang............RAGU-RAGU DENGAN PERNIKAHAN
Cinta bukannya perkara mencari seseorang yang "sempurna", tetapi menemukan seseorang yang bisa membantumu menjadikan dirimu menjadi sempurna.

Kepada sahabat-sahabatku yang ............PLAYBOY/PLAYGI
RL
Jangan katakan "Aku cinta padamu" bila kau tidak benar - benar peduli. Jangan bicarakan soal perasaan-perasaan bila itu tidak benar-benar ada.
Jangan kau sentuh hidup seseorang bila kau hanya berniat main-main dengannya. Jangan menatap kedalam mata bila apa yang kau kerjakan cuma berbohong. Hal terkejam yang bisa dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta, padahal kau tidak berniat samasekali 'tuk menerimanya' saat ia terjatuh.........

Kepada sahabat-sahabatku yang ............SUDAH MENIKAH
Kalau Cinta jangan katakan "Ini salahmu!", tapi "Maafkan aku, ya!" Jangan juga katakan "Kau dimana!", melainkan "Aku disini, kenapa?" Bukan "Kok bisa sih kau begitu!" tapi "Aku ngerti."
Dan juga bukan "Coba, seandainya kau..." akan tetapi "Terima kasih ya, kau begitu....."

Kepada sahabat-sahabatku yang............BERTUNANGAN
Tolok ukur saling mencocoki bukanlah berapa lamanya waktu yang kalian habiskan bersama, melainkan untuk betapa baiknya kebersamaan anda berdua.

Kepada sahabat-sahabatku yang ............PATAH HATI
Sakit... patah hati... bertahan selama kau menginginkannya, dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya. Tantangannya bukanlah bagaimana bisa mengatasi rasa itu, melainkan apa yang bisa diambil sebagai pelajaran dan hikmahnya.

Kepada sahabat-sahabatku yang ............BELUM PERNAH JATUH CINTA
Bagaimana kalau jatuh cinta: Mau jatuh jatuhlah tapi jangan sampai terjerumus, tetaplah konsisten tapi jangan terlalu "ngotot", berbagilah dan jangan sekali-sekali tidak fair, berpengertianlah dan cobalah untuk tidak menuntut, siap2lah untuk terluka dan menderita, tapi jangan kau simpan semua rasa sakitmu jika itu benar-benar kau alami.

Kepada sahabat-sahabatku yang ............INGIN MENGUASAI
Hatimu patah melihat yang kau cintai berbahagia dengan orang lain, tapi akan lebih sakit lagi mengetahui bahwa yang kau cintai ternyata tidak bahagia denganmu.

Kepada sahabat-sahabatku yang ............TAKUT MENGAKUI
Cinta menyakitkan bila anda putuskan hubungan dengan seseorang. Tapi lebih sakit lagi bila seseorang memutuskan hubungan denganmu. Tapi cinta paling menyakitkan bila orang yang kau cintai samasekali tidak mengetahui perasaanmu [terhadapnya].

Kepada sahabat-sahabatku yang ............MASIH BERTAHAN MENCINTAI SEORANG YANG SUDAH PERGI
Hal menyedihkan dalam hidup ialah bila kau bertemu seseorang lalu jatuh cinta, hanya kemudian pada akhirnya menyadari bahwa dia bukanlah jodohmu dan kau telah menyiakan ber-tahun2 untuk seseorang yang tidak layak. Kalau sekarang ia sudah tak layak, 10 tahun dari sekarangpun ia juga tak akan layak. Biarkan dia pergi,lupakan.......!!

RENUNGKANQ SAHABAT, DARIKU SAHABAT SEJATIMU (MERASANYA DEH, HE.HE...HE...)
lagi bagaya
lagi mendaki gunung, leawti lembah, sunagi mengalir....
he...he..he.. ninja hattori kapang
sAhabaTku
Read On 0 komentar

Followers

PLEASE NGASIH COMMENT YAH.....^_^


ShoutMix chat widget

FACEBOOKKU, ADD YAH (lumeks_tkj@yahoo.com)

TUGAS KAMPUSKU (NARSIS MODE_ON)

Daerah Asal Pengunjung

5 KOMENTAR TERAKHIR


DAFTAR ISI