Showing posts with label Yang Lagi Hangat Saat Ini. Show all posts

FOTO PELAKU BOM MEGA KUNINGAN DI HOTEL JW MARRIOT

7:34:00 AM

Inilah pelaku Bom Mega Kuningan di Hotel Jw Marriot.

maaf sebenarnya ada dua foto, cuma yang satu aku hilangkan, karena ada unsur sadismenya, klo mo liat silahkan klik http://unic77.blogspot.com/2009/07/inilah-foto-kepala-pelaku-pembom.html

Wajah pelaku menjadi mudah untuk dikenali karena itu lebih mudah untuk proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Kepala pelaku bom di Hotel Ritz Carlton Rusak Parah dan batok kepalanya terkelupas. Wajah pelaku bom bunuh di Ritz Carlton agak sulit diidentifikasi.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kejadian mega kuningan ini, bom bunuh diri tidak pernah merupakan jihad atau pun perjuangan yang dapat dibenarkan. Ini terbukti dari semua kalangan masyarakat, tokoh masyarakat, umat agama, pelajar, ibu rumah tangga, pengamen jalanan mengutuk tindakan ini.Dan dapat dipastikan orang yang merugikan orang lain, tidak akan pernah mendapatkan tempat di surga.

bagaimana tanggapan teman-teman yang lain? ngasih koment yah.

– peace & love –

salam dari blogger Makassar



Read On 2 komentar

Kisah Sedih Para Korban Bom "bila benar Evret telah meninggal, berarti anak tersebut tidak akan pernah bisa menyaksikan bapaknya"

7:13:00 AM
Kisah Sedih Para Korban Bom
Jakarta (ANTARA News) - Ledakan bom yang mengguncang Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat pagi tidak hanya menghancurkan ke dua hotel tersebut dan citra Indonesia di mata dunia, tetapi juga membawa luka mendalam bagi korban maupun keluarganya.

Seperti yang dirasakan Yaya (33) istri Supervisor Satuan Pengamanan (Satpam) Hotel JW Marriot, Didik Achmad Taufik (39) yang menjadi korban ledakan bom di hotel tersebut.

Yaya menuturkan, saat mendengar suaminya menjadi korban ledakan bom, dia sedang menyusui anaknya Keisya Nailah yang baru berusia 1,3 tahun.

"Begitu mendengar ada bom di hotel JW Marriott kaki saya langsung lemas seperti tidak menginjak bumi lagi," kata Yaya.

Namun beruntung, tidak lama kemudian pikiran normalnya kembali jalan, karena yang memberi kabar tentang bom tersebut adalah suaminya.

"Kalau suami saya masih bisa menelepon, kondisinya tidak terlalu parah," kata dia.

Kendati pada saat menelepon, kata dia, suaminya hanya mengatakan bahwa dia menjadi salah satu korban ledakan bom di tempat dia bekerja.

"Ma, saya menjadi korban ledakan bom, lihat di televisi," kata suaminya kemudian telepon terputus dan tidak bisa dihubungi.

Sementara, Didik mengaku seakan di bawah alam sadar saat mendengar ledakan bom di hotel yang dia jaga setiap hari.

"Suara ledakan itu begitu keras, tapi saya tidak sadar kalau itu bom, tahu-tahu saya sudah berada di reruntuhan plafon," kata dia.

Bahkan karena panik, Didik mengaku tidak mengetahui lagi ke mana harus lari, karena seluruh jalan terasa buntu dan tertutup.

Beruntung, kata Didik dalam kondisi panik ada seorang rekan yang berlari-lari, kemudian diikuti dari belakang, hingga akhirnya dia berhasil selamat dan dirawat di RS Jakarta.

Bapak dari dua anak yaitu Rafi Ansyah (7) dan Keisya Nailah itu mengaku tidak mendapatkan firasat apa-apa sebelum terjadinya ledakan.

"Ndak tahu juga, kenapa saya tidak mendapatkan firasat apa-apa, padahal saya sempat berbicara dengan orang yang diduga sebagai tersangka peledakan bom," kata dia.

Ditemui di RS Jakarta, Sabtu, Didik yang menderita luka di bawah telinga, kaki, tangan dan muka tersebut mengaku sempat menegur tersangka peledakan bom beberapa menit sebelum tempatnya bekerja diledakkan.

Didampingi istrinya, Didik mengungkapkan sekitar pukul 07:30 WIB atau beberapa menit sebelum terdengar suara ledakan dia menegur seseorang yang membawa traveller bag sedang berjalan menuju lounge hotel.

Melihat tamu yang tampak kebingungan dan menghampiri dirinya, Didik yang baru memulai shift paginya itu menanyakan sesuatu kepada pria dengan jaket hitam dan bertopi tersebut.

"Apakah ada yang bisa saya bantu," kata Didik, yang kemudian dijawab oleh pria berkulit sawo matang tersebut, "Saya mau ketemu bos saya".

Kemudian Didik melanjutkan pertanyaannya, "Siapa bosnya dan di mana," kemudian dijawab, "Ini saya mau mengantar pesanan bos saya".

Selanjutnya, karena tamu tersebut mau mengantar pesanan, kata Didik yang tampak masih lemah terbaring di ruang Krisan kamar 351 lantai III RS Jakarta, tidak berani bertanya lebih lanjut.

Sesuai prosedur pelayanan hotel, Didik minta seorang temannya bernama Dadang untuk mengantar tamu tersebut ke tempat bosnya.

Sebelum mengantar, kata dia, Dadang sempat menanyakan kepadanya siapa tamu tersebut dan diantar ke mana. Setelah itu ketiganya berpisah. Kemudian Didik pergi mengontrol ke lokasi lain.

"Kasihan Dadang, sekarang dia menderita luka parah," kata Didik soal Dadang yang mengalami luka agak parah dibanding beberapa rekannya.

Didik mengatakan ciri-ciri fisik yang diduga pelaku adalah berkulit sawo matang, tinggi sekitar 172 sentimeter dan umur sekitar 25-28 tahun.

Shock

Sementara itu, Bambang Trianto (30) mengaku masih shock berat dengan terjadinya bom yang kedua kalinya mengguncang JW Merriott.

Kendati dalam peristiwa ini dia tidak mengalami luka-luka, tetapi pemuda tersebut mengaku mengalami shock berat karena luka fisik yang dialami pada ledakan bom beberapa tahun lalu masih terlihat nyata.

Bambang merupakan saksi hidup terjadinya dua ledakan bom di hotel yang sebagian besar tamunya adalah warga negara asing (WNA).

Menurut petugas satpam Marriott itu, bagitu ledakan terjadi dia merasa limbung seperti tidak ingin mempercayai bila peristiwa yang membuat kedua tanggannya cacat itu kembali terjadi.

"Trauma terjadinya bom pertama masih sering membuat saya sering terkejut, dan kini peristiwa mengerikan itu kembali terjadi," kata kata Bambang sambil menunjukkan bekas luka bakar pada kedua tangannya tersebut.

Perasaan trauma hebat juga dirasakan oleh Andri Tirta Marsidi (23) warga Jl Cendrawasih Komplek P&K yang juga bekerja di Marriot sejak tiga tahun lalu.

Andri selain mengalami luka di kepala belakang, kaki dan tangan juga hampir kehilangan pendengaran. "Mohon maaf saya kurang bisa mendengar pertanyaan anda,` kata pemuda itu.

Namun demikian, dengan komunikasi satu arah, Andri berusaha menjelaskan dan mengingat peristiwa mengerikan yang akhirnya membawanya tergeletak di ruang Yasmin RS Jakarta.

Menurut dia, beberapa menit sebelum terjadi ledakan, dia juga sempat melihat seseorang yang membawa tas mondar-mandir di lobi hotel.

Ternyata lelaki tersebut, disebutkan polisi sebagai tersangka dalam bom bunuh diri yang menewaskan sejumlah orang.

"Saya sempat melihat orang yang disebut-sebut sebagai tersangka itu beberapa saat sebelum bom meledak," kata dia.

Sayang, karena kondisi kesehatannya yang cukup parah dan sedang dalam proses pemulihan pendengaran tim dokter melarang wartawan untuk melanjutkan wawancara.

Cerita tidak kalah sedih datang dari keluarga Evret yang diduga juga menjadi korban tewas dalam ledakan bom bunuh diri itu.

Evret (37) yang bekerja sebagai karyawan restoran dimana bom tersebut diledakkan hingga kini belum bisa dipastikan nasibnya, kendati telah ditemukan mayat dengan ciri-ciri seperti Evret yang baru mendapatkan anak keduanya.

Sebelum peristiwa mengerikan itu terjadi, Evret tengah menunggu detik-detik kelahiran anak keduanya.

"Saya berharap itu bukan mayat Evret, kendati ciri-cirinya mirip dengan dia," kata Edi keluarga Evret.

Menurut dia, Sabtu pagi, Ratna istri Evret telah melahirkan anak keduanya, bila benar Evret telah meninggal, berarti anak tersebut tidak akan pernah bisa menyaksikan bapaknya.

"Istri Evret tidak bisa ikut melakukan pencarian karena baru saja melahirkan," kata Edi. (*)

aku kutip dari "antara news"


Read On 0 komentar

Foto Pelaku Bom JW Marriott dan Ritz Carlton 2009

7:03:00 AM
Foto Pelaku Bom JW Marriott dan Ritz Carlton 2009 belum di sebarkan oleh pihak kepolisian, semoga dalam waktu dekat kita sudah bisa melihat fotonya orang kejam yang melakukan tindakan bengis tersebut.

Berikut ini kesaksian dari saksi kunci tentang sosok pelaku peledakan bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, saksi kunci tersebut adalah seorang satpam dari JW Marriott.

Pelaku peledakan bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton mengaku hendak bertemu bosnya saat masuk ke dalam hotel. Pelaku juga mengaku hendak memberikan pesanan bosnya.

“Saya mau ketemu bos saya. Saya mau ngasih pesanan,” kata pria yang diduga pelaku tersebut saat ditanya oleh saksi kunci, Didik Ahmad Taufik (39) kepada detikcom di RS Jakarta, Sabtu (18/7/2009).

Mendengar jawaban pria yang tingginya sekitar 172 tersebut, Didik langsung mempersilahkan dengan ramah. “Oh silakan Pak,” jawab Didik. (Sumber dari detiknews.com)

Beriku video saat-saat meledaknya bom di JW Marriott :

Sungguh kejam sekali pelakunya dan memperdulikan orang disekelilingnya, langsung meledakkan bom tersebut. Permisi dulu kek … atau apa … malah berbohong kepada satpam yang menegornya …. :choler: :choler: :choler:

Read On 0 komentar

Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi?

4:59:00 PM

gbr dicomot di http://senasana.wordpress.com/

gbr dicomot di http://senasana.wordpress.com/


Hari ini (4 Juni 2009) sidang pertama kasus Prita Mulyasari. Seorang Ibu rumahtangga yang dipenjara karena menulis Surat Pembaca karena tidak puas dengan pelayanan RS OMNI Tangerang. Kita akan tunggu apa hasil persidangan hari ini dan selanjutnya. Yang pasti Kasus ini menyedot perhatian banyak pihak. Tak kalah semua CAPRES berlomba-lomba setor muka memberi perhatian luar biasa.

Seandainya, nanti ternyata OMNI Menang, dan Prita Kalah apa yang akan terjadi?

UNTUK RS OMNI:

1. Kemenangan OMNI justru akan memperburuk citra OMNI di masyarakat.

Lebih buruk daripada sekedar komplain pelanggannya di Surat Pembaca. Seorang rekan blogger saya, yang dulu pelanggan tetap di RS OMNI, bahkan menulis comment di tulisan saya sebelumnya,

Waktu di Jakarta saya sekeluarga langganan di Omni karena rujukan kantor suami. Mbaca berita Bu Prita rasanya saya pengen dateng ke Omni, masuk ke lobinya yang berpiano dan nanya “Kalo saya berobat disini saya bakal kalian penjarakan seperti Bu Prita ngga?”
Bikin emosi…

2. OMNI dianggap tidak bisa menghandle komplain pelanggannya dengan elegan.

Kalau saja OMNI menanggapi keluhan pelanggan (PRITA) yang menulis di Surat Pembaca, dengan cara yang elegan, pasti dia akan sejauh mungkin menggunakan pendekatan personal, tidak akan menggunakan cara hukum formal. Banyak perusahaan lain, yang berhasil menghandle Komplain (Surat Pembaca), dengan menggunakan management masalah, yang membuat (penyelesaian) masalah di Surat Pembaca justru bisa meningkatkan citra perusahaannya.

.

3. OMNI dianggap AROGAN, dan tidak ada TEPO SLIRO.

Rumah sakit bukan bengkel, atau reparasi kendaraan, dimana kalau ada customer yang komplain separah-parahnya resikonya adalah mengganti dengan kendaraan yang baru. Rumah sakit ini yang dikelola manusia, yang punya perasaan, punya keluarga, dan punya (”satu-satu”-nya) nyawa yang tidak bisa diganti dengan apapun. Seharusnya pelayanan RS harus mengacu dari situ. Bukan main formal-formalan, apalagi main politik-politikan…. wedew…

JADI INTINYA: JIKA OMNI MENANG DIPENGADILAN, DIA AKAN TETAP KALAH DIMATA PUBLIK, KARENA TELAH MELAKUKAN PENDEKATAN YANG SALAH DALAM MENANGANI KOMPLAIN….
(APALAGI DIA KALAH???)

.

Untuk BLOGGER dan MILIS,

Seandainya OMNI menang, untuk pertama kalinya blogger akan terbungkam mulutnya. Kemudian untuk selanjutnya akan menjadi BOM WAKTU yang kapan saja bisa meledak dan menjadi revolusi bidang per-bloggeran di Indoensia. Entahlah apa yang akan terjadi nanti. Saya kok malah membayangkan sesuatu yang sangat buruk.

.

Untuk MEDIA MASA,

Jika omni MENANG, Sebaiknya tutup saja Kolom Surat Pembaca, kerena redaksi juga bisa di Penjara kerena menyebarkan Pencemaran Nama Baik Perusahaan. (Kok ga Dari dulu ya mereka di penjara? Bukannya Surat Pembaca sudah lahir sebelum saya lahir?)

.

UntukMASYARAKAT LUAS,

Klu OMNI menang, Sudahlah… Konsumen diam saja kalau merasa tidak puas atas pelayanan Rumah Sakit atau apapun. Nanti klu kamu ngomong-ngomong kamu akan dipenjara loh….

Di Rumah Sakit Sebaiknya ditulis:

KLU ANDA PUAS BERITAHU YANG LAIN, KLU TIDAK PUAS BERITAHU KAMI SEBAIKNYA DIAM SAJA ATAU SAYA PENJARAKAN…!!!

.

UNTUK RUMAHSAKIT ATAU PERUSAHAAN LAIN

Jika OMNI menang, Ayoooo Para Direktur, buka-buka kolom Surat Pembaca…. Siapa tau Perusahaan bisa dapat uang tambahan dari sana dengan menggugat secara perdata orang yang menulis komplain pencemaran nama baik perusahaan. Lumayan….

Komentar»

1. mang kumlod - Juni 4, 2009

Nambahin mas,
Masyarakat kelas atas akan berobat ke luar negeri, sementara masyarakat bawah akan mendatangi dukun macem Ponari.

weleh… iya juga…

2. mazpin - Juni 4, 2009

semoga biarpun menang, RS ini akan tutup karena bangkrut atau paling tidak ada tanggung jawab moral dr para pegawainya untuk mengundurkan diri karena rasa malu bekerja di situ…Dan dengan tutup/bangkrutnya RS OMNI secara otomatis akan “MEMENANGKAN” ibu prita yg mewakili masyarakat luas…kesimpulannya mau menang atau kalah, tetap saja RS OMNI AKAN KALAH DALAM KASUS INI !!!!

klu gw jadi karyawan sana rasanya malu juga ya…

3. manna - Juni 4, 2009

Saya sangat setuju bila hasil mengatakan TIDAK ADA YANG MENANG. Mengapa? Karena bila memang benar yang melakukan pengaduan adalah dua Dokter ONMI, menurut saya Dokter terutama dokter Hengky yang juga bekerja di RSCM, telah biasa berkutat dengan komite mutu, komite medik dst. Jadi , jujur saja paparkan di pengadilan apa yang telah anda lakukan dan paparkan juga apakah sesuai dengan aturan OMNI yang berstandard Internasional itu. Dan, juga ingatlah pasien datang pasti dalam keadaan sakit. Dokter bukan menyembuhkan penyakit , namun memulihkan pasien yang adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi. VIVA untuk semua.

hidup manusiaaaaaaaaaa.

4. imam - Juni 4, 2009

Menang kalah OMNI akan gulung tiker brooooo gitu aja intinya ga usah banyak tetek bengek ulasan, wong sudah jelas OMNI tidak menerapkan kinerja profesional. gitu aja kok repot

gitu ya bro

5. Callighan - Juni 4, 2009

Kasus ini menjadi kasus yang penting karena merupakan kasus yang akan menjadi rujukan untuk kasus serupa di masa yang akan datang.

Bila melihat pasal 27 UU ITE, redaksi ayat memuat delik-delik muatan melanggar susila (ayat (1)), perjudian (ayat (2)), pencemaran nama baik (ayat (3)), dan pengancaman (ayat (4)). Setiap ayat dalam pasal tersebut dimulai dengan kata-kata Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak. Ini merupakan kalimat penting, karena sudah memuat tiga unsur, yaitu setiap orang, dengan sengaja, dan tanpa hak. Yang paling menarik adalah unsur tanpa hak. Karena singkatnya, Ibu Prita bisa saja memiliki hak untuk membuat kritik terhadap RS Omni memalui Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Jika hal ini benar dan terbukti, maka gugatan terhadapnya tidak terbukti.

Mengenai unsur dan lingkup ayat tersebut, MK telah memutus:
http://anggara.files.wordpress.com/2009/05/putusan_sidang_final-putusan-50-uu-ite-2008.pdf
Putusan MK menetapkan unsur “tanpa hak” sebagai perbuatan melawan hukum dan pencemaran nama baik yang juga mengacu pada Pasal 310 KUHP. Sekarang tinggal dilihat apakah UU Perlindungan Konsumen memberikan dasar pemaaf atau penghapus pidana bagi Ibu Prita.

Delik Ibu Prita merupakan delik aduan. Delik aduan itu delik yang hanya bisa dilaporkan oleh sang korban. Dalam hal ini yang dicemarkan nama baiknya adalah RS Omni, sehingga RS Omni dapat menggugat Ibu Prita.

Bila hakim memutuskan bahwa Ibu Prita telah melakukan pencemaran nama baik, maka besar kemungkinan tindakan serupa di masa yang akan datang bisa berbuah pemidanaan.

Kalau RS Omni menang, akan menjadi preseden hukum yang dapat mengurangi kebebasan rakyat umum untuk berbicara.

wahhhhh seneng nih klu pakar2 hukum mulai turun gunung dan kasih comment

6. engeldvh - Juni 4, 2009

Yap…..
Semua ini sangat mungkin terjadi bos…. terutama yang buat blogger tadi dan untuk masyarakat!!
Kasus ibu prita kali ini harusnya menjadi PR bagi UU ITE yang mulai terlihat “bolong-bolong”nya dimana dan juga PR bagi entitas kesehatan di Indonesia yang selama ini kerapkali menjadi alasan bagi masyarakat kita untuk lebih memilih berobat ke luar negeri atau menggunakan jasa paranormal :-)
http;//engeldvh.wordpress.com

setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

7. nitnotzz - Juni 4, 2009

Ponari is the best!! :D paling enggak kalo berobat ke Ponari biarpun nggak dijamin sembuh, nggak bakalan dijadiin “kelinci percobaan” sampe’ sesak nafas segala, dipenjarakan pula… Luar Biasa!!!

sudah jatuh, ketimpa tangga… mbayar lagi….

8. Yohan - Juni 4, 2009

mau menang atau kalah , yang pasti saya dan keluarga tidak akan berobat ke rs omni..
walaupun dekat dengan rumah saya …

saia juga ga mw berobat kesana sist…
jauhhhh :p

9. zemlenk - Juni 4, 2009

hidup mbk prita aku dukung mbk….

caiooooooooooo

10. feeds.bloggerpurworejo.com » [KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi? - Juni 4, 2009

[...] [KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi? Filed under: Uncategorized — @ 2:28 am [...]

11. cesarsidolisa - Juni 4, 2009

huhhh.. Jailed for Complaining..!?..
nggak bgt deyh..
Menang gak menang reputasi RS Omni di mata masyarakat sudah buruk Kang Ekojuli..
yang pasti hari ini Bu Prita ngga ditahan lg (tapi tetap jadi tahanan kota siyh)..
mestinya RS Omni lebih mengedepankan komunikasi bukan hukum..

DUKUNG kebebasan Beropini..

setubuhhhh

12. Yep - Juni 4, 2009

He…he…kalau Omni menang, berarti pak hakim dan pak jaksa tidak melihat hati nurani rakyat :)

klu dia menang OMNI tetap kalah
apalagi klu dia kalah….

13. ilhensa - Juni 4, 2009

Undang-undang tentang perlindungan konsumen sepertinya perlu diperbarui lagi, sebab selama ini khususnya jika ada kasus antara pemakai dan penyedia layanan disektor kesehatan selalu konsumen/pemakailah yang selalu dirugikan sedang pihak RS/para dokter aman-aman saja bersembunyi dibalik undang-undang dan etika kedokteran.
Sungguh apes sekali nasib kita sebagai pasien, sdh keluar uang banyak namun pelayanan yang didapatkan sangat jauh dari memuaskan malah sering didapatkan salah diagnosis yang berakibat fatal bagi para pasien, sudah begitu klo sdh kadung terjadi pihak RS dan dokter selalu beralasan klise “Semua Tindakan/Penanganan Sudah Dilaksanakan Sesuai Prosedur Yang Berlaku” ……huhhh, sebenarnya Prosedur Yang Seperti Apa??? kita semua juga gak tau…!

Mari kita berdoa bersama-sama, semoga sidangnya berjalan lancar dan tentunya Ibu Prita bisa menang dan terbebas dari jeratan hukum yang menurut saya sangatlah tidak LOGIKA!!!

dukung kebebasan beropini…!!!!

14. Kang Ali - Juni 4, 2009

Mari kita berdoa,
“Siapa saja yang bertindak zalim dalam perkara ini, semoga mati setelah sekarat 72 jam akibat dilindes truk, dan uang yang dia/mereka peroleh dalam perkara ini tidak berkah, hingga kalau dipake makan bikin bisulan, dipake minum bikin beser, dipake berobat tambah parah, dipake bayar langganan internet putus-putus terus, dipake beli komputer langsung njebluk.. amin amin amin….”

wekekekkkk kutukan yang aneh… (sambil geleng2)…. Astaghfirullah….

15. wongtani - Juni 4, 2009

wes aku mbalik nang dukun wae lah ha ha ha….

dukun bisa pencemaran nama baik ga bro??

16. Vichan - Juni 4, 2009

tindakan yang dilakukan oleh RS Omni mencerminkan bagaimana kinerja RS-RS di Indonesia.

tak heran kalau berbundeng2 orang memilih berobat ke negara tetangga….

untuk bu Prita : sabar ya, bu. banyak yang mendukung ibu loh! :D

dukung prita

17. agaconda - Juni 4, 2009

sebenarnya aku mau kasih comment yang gak terkesan termakan isu (pake logika bukan perasaan) tapi dipikir2 memang ada beberapa hal yang perlu dicermati :
– di mana2 perusahaan tu seharusnya banget ni mengedepankan penanganan dengan manajemen masalah (setuju buat yang berpendapat seperti itu tadi)
– gak selayaknya seorang ibu dari 2 balita seketika ditahan padahal dia sangat kooperatif
– saya jadi sebal ama dokter2 n rumah sakit2 yang begituan, kayaknya di luar negeri jarang banget ada kasus malpraktek n silang sengketa antara pasian dan pihak RS.

Kata RS OMNI sudah sesuai prosedur…. Prosedurnya yang mana sih??? Kok jelek hasilnya klu sesuai prosedur??

18. greenschist - Juni 4, 2009

Kalaupun OMNI menang sebenarnya mereka kalah….pertama namanya sudah tercemar, kedua masyarakat akan makin membenci OMNI karena telah memenjarakan seorang ibu yang masih mempunyai anak balita. Kasus ibu Prita dengan Omni mirip cerita david dan goliath. Tapi masih terbuka kemungkinan Ibu Prita buat bebas. Kita tunggu saja….

OMNI SUDAH KALAH TELAK

19. pedro - Juni 4, 2009

dukung ibu prita….balasan dari Alloh jauh lebih mengena untuk yang berbuat dzolim…
pelayanan nomer satu,nama baik mengikuti kemudian…..lha kalau nuntut nama baiknya duluan sudah pasti pelayanannya sangatlah buruk,hal ini pasti saling saling menjembatani….tidak bisa dibolak balik
wahai OMNI dan dokter2nya,kalau kalian punya uang berlebih silakan digunakan untuk sekolah etiket saja,gak usah jadi dokter,dan secepatnya kalian cari pekerjaan lain karna gak lama lagi tuh RS gak ada yg mau jadi pasien anda lagi….
atau jadikan RSJ aja,pasti pasiennya gak bakal ada yg saran & kritik,kalian akan merasa tenang duduk di kursi ruangan kalian terima gaji…
oiya,satu lagi bwat dokternya…baca tuh kutukannya kang ali diatas…..!!!

wedew…..

20. atikah - Juni 4, 2009

JIka Omni Menang ?, Penjara Penuh, Internet sepi semua Blogger masuk BUI !!!

boleh bawa laptop ke bui ga sist???

21. syncopationus - Juni 4, 2009

Kalo OMNI menang….

Dimana para pakar hukum kita??

DImana Pencetus UU ITE??

Dimana Lawyer Indonesia dengan hati nurani???

Semoga Lawyer Indonesia bisa mencerna filsafat hukum dengan baik

mereka lagi pada sibuk bro… kampanyeeeeeeeeee

22. vclz7h - Juni 4, 2009

Mungkin bisa jadi ada konspirasi di balik semua ini…antara Pengadilan, polisi, dan Omni…MUNGKIN!
KKN sudah biasa di negeri kita ini…
So mau jadi apa negeri kita ini di masa mendatang..
baru kali ini saya dengar..
rumah sakit yang katanya berstandar international
bisa menuntut balik seorang konsumen dengan mengatas namakan
pencemaran nama baik..trus klo media2 surat kabar, tv, dll itu gimana ya??? apalagi gosip2 di tv2 itu..
wah wah wah wah …
semoga omni kalah telak di pengadilan..
amin..

wah seru nih klu nyangkut konspirasi

23. Rody Hidayat - Juni 4, 2009

Mari kita dukung mbak prita secara moral, dan untuk perbaikan bangsa ini di masa mendatang.
OMNI dengan sendirinya akan mengikuti hukum alam yang saya yakin saat inipun kepercayaan terhadap pelayanan OMNI sudah mulai luntur dan lama kelamaan akan sepi pasien dan tu………….
KECUALI………
Manajemen OMNI dengan berlapang dada mencari solusi yang baik bukan dengan memesan tempat bagi mbak prita di LP wanita.

MARI BERPIKIR POSITIF UNTUK KEBAIKAN SEMUA.

SETUJUUUUUUUUUUUUU

24. liachristie - Juni 4, 2009

padahal isi surel Ibu Prita itu sangat biasa. dia ga ujug2 menuduh RS OMNI melakukan penipuan, tapi memang merasa ditipu dgn prosedur yg berbelit2 seolah RS OMNI sengaja ga mau ngasi apa yg dia minta. kalo surel begitu aja disebut mencemarkan nama baik, wah… posting blogku yg mengeluhkan kinerja pelayanan publik tertentu gimana lagi dong? :-(

dukung kebebasan beropini

25. jaksayaduit - Juni 4, 2009

ada satu institusi yg saya ingin sorot dalam kasus bu prita ini: YLKI itu sebenernya buat apa yah? oke lah dalam kasus ini mungkin mereka bisa bilang kalau bu prita yg tidak melaporkan ini ke mereka tapi pernahkah terpikir kenapa masyarakat umumnya sampai “malas/ogah” melaporkan keluhan konsumen ke YLKI? apa karena proses berbelit atau mungin persepsi percuma buang2 waktu aja?? saya tidak tau jawaban pastinya(asbun ntar aye lagi yg dibui) tapi konsumen di indo ini, baik jasa maupun product, umumnya tidak bisa berbuat banyak saat mereka dirugikan (apalagi kalo dirugikan oleh giants corporates) daripada pusing, marah2 & buang waktu tak ada hasil yah mending anggap “buang sial” aje deh dan paling paling bisa curhat sama temen/keluarga hal2 yg bikin kita kesel…..sayangnya sekarang kalo ngeblog atau curhat di milis aje bisa berbuntut penjara wah hukum dinegara ini bener2 sudah balik ke jaman batu kali istilahnya?? anyway, buat bu prita saya cuma bisa harap anda menang dalam kasus ini dan semoga pejabat2 bisa benar benar terbuka hatinya (ehem jangan sementara doang ya bapak2/ibu) buat rs omni, terus terang setelah dengar kasus ini diekspos segitu banyaknya di media massa, dikasih berobat gratispun aye ogah kesono hehehe peace

gratis emoh??? ya ya ya patut dipertimbangkan

26. dKazuma - Juni 4, 2009

smoga aja kita bisa mendapatkan yg terbaik. Ibu Prita menang, blogger tenang, masyarakat senang, Indonesia perang *loh*

Ya pokoknya tetep dukung bu Prita!!!

dukung kebebasan beropini… dukung blogger indonesiaaaaaaaaaaaa

27. takut dipenjara - Juni 4, 2009

hidup prita, manohara ke laut aje (kbanyakan infotainmet)

28. Arifin Eko - Juni 4, 2009

Seharusnya RS OMNI cabut tuntutan, setuju saya sm komentar diatas menang kalah dia bakal sepi. mana ada orang yang mau berobat ke RS yang tidak profesional, arogan dan tidak punya hati nurani. Dalam hal ini, sewaktu polisi dan kejaksaan menerima laporan, apakah mereka tidak mengedepankan proses musyawarah, mediasi, menjadi mediator antara Ibu Prita dan RS OMNI. Saya tidak mengerti banyak tentang hukum, namun kalau tidak ada komunikasi dan mediasi, dan langsung ditahan ini menandakan penguasa daerah dan pengadilan tidak memihak rakyat, jelas tidak punya hati nurani.

Apa salah ibu Prita, dia mendapat pelayanan yang tidak memuaskan, dia cerita dengan email ke teman2 nya, teman2 nya forward, keluhan ibu Prita tersebar ke publik, malah dilaporkan ke polisi, dan tragisnya polisi langsung memberikan ke kejaksaan dan langsung ditahan. Dimana peran polisi, kejaksaan dan pengadilan sebagai pemberi rasa aman dan keadilan? Atau memang nilai rasa keadilan dan hati nurani sudah kalah dengan nilai uang yang dibawa investor. Maaf saya bukan mau menuduh, hanya saya merasa terusik karena saya sekali lagi mendengar, dan berkali2 sebelumnya mendengar, pemerintah tidak pernah memihak rakyat. Sadar kalian, nafkah kalian dari pajak kami.

Oh iya, jangan sampai kebebasan berbicara dibungkam penguasa dan pemodal, tanpa rakyat, g ada mereka semua. Media online merupakan bentuk kontrol sosial yang efektif buat mereka. jangan sampai deh kita kayak di Myanmar..

jangan2 besok kita ga boleh ngeblog….

29. adhi1987 - Juni 4, 2009

kalo OMNI menang kita demo aja yuk..

demonya dimana bro??

30. dedekusn - Juni 4, 2009

setuju… perlukah blogger demo?

blogger demo? gimana caranya bro?

31. diazhandsome - Juni 4, 2009

bagusan Omni atau Ponari ya?? hehehehe…

salam kenal. salam ganteng dari diazhandsome

yang pasti ponari ga bakal menuntut pasiennya

32. Blue Devil - Juni 4, 2009

BIAR MAMPUS TUH RUMAH SAKIT……………..

Bener bener ngak punya perasaan

KELAUT AJA TUH RS………

Ups…. tenang bro

33. Herwin - Juni 4, 2009

Ya, saya juga mendukung Ibu Prita.
Karena menurut saya selama yang dikatakannya fakta, ya itu memang fakta, dan tidak salah kalau ia menceritakannya.
Sama saja seperti “surat pembaca” di media cetak.
Rasanya tidak mungkin Ibu Prita memfitnah RS itu, memang Ibu Prita punya dendam apa sama RS itu..? Maka, kalau fitnah tidak mungkin, ya jelas itu fakta kan?

Lalu, apakah sebuah fakta harus ditutup-tutupi? Apa perlu semua orang merasakan pelayanan yang buruk seperti itu? Dan langsung saja DepKes menutup RS itu seketika waktu di inspeksi?

Koq RS itu malah menempuh jalur hukum.. Bukannya dianggap sebagai feedback dan memperbaiki diri. Aneh..

* RS di sini berarti rumah sakit dan dokter-dokter yang terlibat di dalamnya.

** Oya, dukungan saya sebatas fakta, kalau ternyata Ibu Prita melebih-lebihkan atau mengarang hal itu, ya lain cerita..

lanjoooooooootttttttttttttt

34. putut hendro - Juni 4, 2009

klo OMNI menang??????
mau ke tukang pijet aj….
paling klo mal praktek cuma slah urut doank,,,
g bakal dipenjarain….
hidup blogger INdonesia…

wakakakakak

35. rjsulistyanta - Juni 4, 2009

Untungnya kejagung udah kasih statement jaksa penuntut telah melakukan kesalahan. Ya tunggu saja,kayaknya bu prita menang. Apalagi ini pas kampanye, semua capres ikutan angkat bicara membela bu prita. Coba kalau tidak musim kampanye nggak tau deh …….

capres juga berlomba cari dukungan? wah prita bisa di rekrut jd jurkam ntarr…

36. maskuncoro - Juni 4, 2009

untuk RS OMNI: teganya…teganya…teganya…

37. riyono - Juni 4, 2009

menang gak menang gak bakalan gw ke RS OMNI … never
—> (black list added)
—> reason : bad behave, bad PR, dangerous for our financial
—> case closed!

38. galuhmanulis - Juni 4, 2009

Bu Prita didakwa ats pencemaran nama baik?
Sya rasa justru dgn mendakwakan mantan pasien yg mempunyai keluhan, malah mencemarkan nama baik RS OMNI itu sendiri.
Coba liat akibatnya skrang? Kasus ini menjadi perhatian publik nasional. Dan, walaupun seandainya RS OMNI menang, nama baiknya sudah tercemar akibat ulah mereka sendiri yg memperkarakan kasus ini.
Seandainya saat itu keluhan Bu Prita langsung dtanggapi, tidak akan menjadi seperti ini kan…?

39. josajah - Juni 4, 2009

gilaaaa…
kalo omni menang…
gw akan makin bingung siaran (penyiar kampus) kalo gw komplain n sampe salah ngomong gtu..
di penjara juga gw nanti….
apa lagi gw ada blog menuliskan kisah hidup gw sehari-hari biarpun uring2an sih..
n
gw ikut forum di xxx.kxxxs.us
wah…
bisa di penjara semua tuh…
weleh2….

40. Bank Soal - Juni 4, 2009

Kalau OMNI menang pasti hakimnya dibayar tuh…ya kan?

41. korbanDRnRS - Juni 4, 2009

Kalau OMNI menang:

Dimana keadilan, kebebasan, demokrasi, nurani.
Semua RS khususnya Int’l akan pakai pengacaranya.
Penegak hukum akan tambah obyekan.
Kualitas/kesehatan/produktivitas masy Indo menurun.

Perlu direnungkan:
Bank jarang inisiatif pakai solusi hukum jika ada kasus.
OMNI akan rugi, juga RS Int’l, RS swasta dls, OMNI hrs ganti rugi / tanggung jwb / dituntut mrk atas masalah massal ini.
Kapan kita merdeka, reformasi, puna nurani.
Bravo mbak Prita (Srikandi IT/Kesehatan kt).
Sayang Menkes keliru comment ga ada UU terkait pelayanan dr/RS.
Mana pengacara lain yg support pihak lemah / terzholimi.
dst. dst.

42. Pinara - Juni 4, 2009

Biasanya orang klo memang benar salah, pasti kebingungan… ya kaya OMNI ini nih.. memalukan

43. Erch! - Juni 4, 2009

besok berobat lagi ke ponari gan.. ngantri lagi mati lagi… tp ga pake dipenjarakan oleh ponari…

44. wahyu am - Juni 4, 2009

saya juga g bisa bayangin dampaknya bagi blogger :(

45. debuterbang - Juni 5, 2009

kalau rumah sakitt omni yang menang, kita gugat lagi.

46. Top Posts « WordPress.com - Juni 5, 2009

[...] [KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi? Hari ini (4 Juni 2009) sidang pertama kasus Prita Mulyasari. Seorang Ibu rumahtangga yang dipenjara karena menulis [...] [...]

wah top post datang ….

47. Mbah luky - Juni 5, 2009

Tak peduli si Hengky dokter RSCM, wong banyak dokter sekarang orientasi duit. Sya pikir Omni sih yang goblok g bs menangai keluhan pasien.

pasien berhak mengeluh?

48. geulist133 - Juni 5, 2009

Ya tinggal tunggu RSnya ditutup dong yah! kalo gitu

enyah lah… eh… entahlahhh

49. [KASUS PRITA MULYASARI-3] Seharusnya OMNI menuntut OMNI sendiri dengan tuduhan Pencemaran Nama Baik OMNI « EkoJuli - Juni 5, 2009

[...] Teratas [KASUS PRITA MULYASARI -2] Kalau OMNI Menang, Apa yang Terjadi?[KASUS PRITA MULYASARI] Hati-hati…. Di Indonesia CURHAT Bisa Di PenjaraTELEVISI INDOSIAR TELAH DI [...]

50. Phy - Juni 5, 2009

Dulu ada kasus org miskin g diterima berobat di rumah sakit, sekarang ada yg berobat di rumah sakit malah dpenjarakan…segitu BOBROKnya kah moral bangsa ini????

tidak semuanya bro

51. sakainget - Juni 5, 2009

mantab dan mendalam bos analytic-na :D
salam kenal

salam kenal kembali

52. imasp - Juni 5, 2009

RS OMNI yang aneh ada-ada aja….. . kok mau-maunya membuka kebodohannya sendiri, masak orang ga boleh kritik ga boleh kasih masukan kok malah dimasukan ke Penjara. ini akan jadi Rekord dunia RS yang teraneh di dunia… saking sebelnya nih kalo aku punya penyakit panu aku nggak akan kesana de….kikikiki. pikiranya tuch ditaruh dimana sih…. tapi kembali kepada manusianya… ya namanya juga khan manusia pasti ada khilapnya…. ada egonya terlepas dari apa yang dilakukan ibu Prita. lebih baik diselesaikan dengan cara yg indah…..
saya sendiri merasakan kepedihan ibu Prita sudah sakit dipenjara pula belum lagi harus meninggalkan putri-putrinya yang masih kecil ….

bebaskan prita

53. Bli ketut - Juni 5, 2009

Setuju…
lanjutkan..eh bebaskan..

wah bli udah kampanye aje

54. onong - Juni 5, 2009

sok atuch tuntut balik aja 1 triliun, 25 perak, itumah kata bah onong.com

klu dapat bagi2 ya bahhhhhh

55. V3n0m - Juni 5, 2009

Untung gw orang mizkin yg ga prnah kerumah sakit klo sakit tpi ke mbah yg rumahnya cuma 100m jdi aman2 saja klo komplen ga di hantui masuk penjara. KITA HACK SERVER OMNI RAME2 YUK

nyu-bie bro ga bisa hack

56. dewa_bayu - Juni 5, 2009

ada pasien punya keluhan dan mau berobat supaya sembuh :
1. diputuskan rawat inap
2. diberikan obat (suntikan/infus) dsb..tanpa penjelasan untuk apa
3. bukannya membaik (malah bengkak-bengkak)
4. pasien dan keluarga tidak terima dan melakukan komplain
5. ujung-ujungnya disuruh rawat inap di penjara plus bonus pidanan+perdata

para pakar hukum, system hukum ttidak ada yang keliru cuma semua aparatur hukum (hakim, jaksa, polisi) bukan robot..mereka harusnya juga punya hati..

iki lakone opo pak manteb??

OMNI memang O yeeeeeeee

57. pisangkipas - Juni 5, 2009

aneh memang kasus ini, ya aneh saja…

hanya ada di…

58. seherasade - Juni 5, 2009

kalau omni menang :
yang untung pengacaranya pasti fee nya gede tu ……

59. BrokerS - Juni 5, 2009

Gue jadi ngeri ke RS nih bisa2 bukannya gue sehat malah di bui nih
salut buat ibu Prita, saya doain semoga tetap tegar menghadapi semua ini, kami mendapat banyak pelajaran & hikmah dibalik kasus ini.

Buat yang masih peduli ama negeri ini tolong !!!!!!
1. Benahi mental2 para pelayan rakyat biar kagak bobrok kayak sekarang supaya negeri kita lebih bermartabak (bukan martabak padang yah), oke bro….
2. Segala sesuatu hendaknya diselesaikan secara musyawarah dan baik2 bukan musakpenjara (eit.. salah..bro maksud saya masuk penjara / dibuih gitu loh istilah kerennya..)
3. Buat aparat yang terkait tolong kalau buat UU jangan asal ujung2nya duit gitu loh..hendaknya kalau buat UU berpihak pada rakyat dong, ok bro
4. Ini buat manajemen RS. Omni International gitu loh, saya ada usul ini juga kalau diterima gimana kalau nama RS Omni International diganti aja menjadi LP Omni International, ini cuma usul yah (just kidding , peace bro…)

Hidup ….. hidup apa yah jadi lupa nih.

60. SURJANA - Juni 5, 2009

TIDAK SELALU YANG MISKIN ITU BENAR. TIDAK SEMUA YANG KAYA ITU MENANG. Dalam perkara ini hanya menunjukkan satu hal kepada kita semua. BAHWA ADA KALANYA MANUSIA MENUTUP MATA TERHADAP SIKAP SALING MENGHORMATI. mari kita belajar saling menghormati.

Bukankah keluarga pasien dan rumah sakit saling BEKERJA SAMA demi kebaikan pasien.

Keluarga pasien membutuhkan keahlian petugas rumah sakit. dan rumah sakit memerlukan dana dalam melaksanakan tindakan medis yang terbaik untuk pasien.

Jadi jangan mentang-mentang membayar kemudian dapat memperlakukan petugas rumah sakit dengan seenak udelnya sendiri (misalnya bicara kasar dan menjelek-jelekkan) menganggab petugas rumah sakit sebagai budak. karena uang setumpuk_pun tidak akan dapat menyembuhkkan kalau tidak mendapat pertolongan dari keahlian yang dimiliki petugas rumah sakit

Begitu juga petugas rumah sakit jangan mentang-mentang memiliki keahlian dan dimintai pertolongan lantas bekerja seenaknya sendiri sehingga mengabaikan hak pasien dan keluarganya.

Mari perkara itu menjadikan diri kita sadar tentang perilaku kita sendiri. karena orang baik itu selalu memandang masalah dari kaca mata hati nurani. dapat menghormati orang lain. tidak suka Qhibah (MEMBICARAKAN ORANG LAIN, YANG APABILA ORANG YANG DIBICARAKAN ITU TAHU MAKA, ORANG YANG DIBICARAKAN ITU AKAN SAKIT HATI). Dan tidak Dholim (MEMPERLAKUKAN YANG LEMAH DENGAN SEENAKNYA SENDIRI)

61. SURJANA - Juni 5, 2009

SAYA LANJUTKAN

Dan menyinggung Kasus RS OMNI dengan IBU PRITA marilah cari jalan yang terbaik, jalan yang adil bagi kedua Pihak. Selesaikan saja dengan kekeluargaan, siapa yang salah saling meminta maaf, dan siapa yang benar saling memberikan maaf. ALLAH MAHA TAHU. Semoga ALLAH menyejukkan KALIAN BERDUA, Semoga ALLAH mendamaikan KALIAN BERDUA. AAAMIINNN

62. oto2 - Juni 5, 2009

DEMO & HIMBUAN BUAT PARA BLOGER!
sebarin virus dan hacker semua komputer yang ada di RS OMNI
huehehehe…kapokmu kapan??

63. acep - Juni 5, 2009

bila OMNI menang ? maka akan banya orang yang sakit jadi ajang percobaan ………………………….heeeeeeeeeeee lucu kaya banyak nyawa aja.emang nyawa kaya kita ganti ban aja.yang betul aja ………coba lamun arek nanaon teh ulah gagabah.dasar borokokok.kawalat siah.

64. Aki Jantara - Juni 5, 2009

Pihak RS OMNI tidak salah, beliau-beliau disana
sedang menerapkan standar manajemen baru RS untuk pelayanan,
yang mungkin akan segera di adopsi semua RS di indonesia

metoda ini mirip “sistem kulture steelsel” atau “metoda romusha”
jaman jadul,..bagi yang mo nyoba dipersilakan daftar segera…ksana

Read On 0 komentar

KRONOLOGIS PELARIAN MANOHARA ODELIA PINOT

3:27:00 PM

Manohara Odelia Pinot menjadi berita hangat di semua Koran dan saluran televisi, permintaan wawancara secara Live maupun tayang ulang atau permintaan foto tidak henti2nya datang sehingga pihak keluarga Manohara merasa kewalahan, namun Mano sendiri berusaha melayani semuanya dengan senyum.

Kedatangan Mano ke Indonesia sempat mengundang kontraversi tentang tidak adanya kepedulian pihak KBRI, namun terlepas dari semua itu sebaiknya kita menyimak kronologis berikut.

Pelarian model cantik berdarah Bugis-Perancis, Manohara Odelia Pinot, dari keluarga Kerajaan Kelantan di Singapura melibatkan agen khusus federal Amerika Serikat (AS), FBI.

"Kita meminta bantuan FBI, Kedutaan Besar (Kedubes) AS, serta KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Mereka banyak membantu hingga Mano bisa pulang ke Indonesia," kata pengacara keluarga Manohara, Yuli Andre Darma, Minggu (31/5).
Manohara kabur saat berada di Royal Hotel Singapura, Sabtu (30/5). Dia berada di Negeri Singa itu bersama suaminya Tengku Muhammad Fakhry untuk menemani mertuanya, Sultan Kelantan, Malaysia, yang sedang menjalani perawatan kesehatan.

Sebelumnya, ibu Manohara, Daisy Fajarina, melaporkan putrinya yang menikah dengan putra mahkota Kesultanan Kelantan diperlakukan tidak manusiawi.

Manohara yang berayah pria asal AS ini mengaku sering dijadikan objek kekerasan seksual, termasuk disileti. "Kalau berita soal saya disileti, itu benar," kata Manohara di rumah ibunya di bilangan Slipi, Jakarta Barat, kemarin.

Sejak Maret lalu, Daisy melakukan berbagai upaya untuk bertemu dengan anaknya namun tidak membuahkan hasil, hingga dia berkesempatan menemui anaknya di Singapura.
"Tidak ada lagi yang bisa saya ucapkan selain bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada semua pihak yang membantu membebaskan anak saya," kata wanita asal Sulawesi Selatan (Sulsel) berdarah Enrekang-Luwu ini.

Di Makassar, keluarga Manohara juga menyambut gembira kepulangan foto model remaja berusia belia itu. Nenek Manohara (ibunda Daisy), Nurul Achmad, mengaku bersyukur sang cucu sudah bisa berkumpul dengan ibunya.
"Saya tidak bisa berkomentar banyak. Kita sudah dengar dan lihat beritanya. Maaf, saya tidak mau banyak dipublikasikan. Kami semua bersyukur akhirnya Mano bisa pulang," katanya.

Sebelumnya, Nurul juga bermaksud bertemu dengan cucunya itu di Malaysia. Namun, seperti dengan Daisy, Nurul juga dicekal saat berada di Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA), Februari lalu.

Menurut Yuli Kedubes AS dilibatkan untuk membebaskan Manohara karena dua juga memegang paspor warga negara adidaya itu karena ayahnya, George Mann, berkebangsaan AS. Keluarga dan tim pengacara berkoordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI Singapura setelah mendapat informasi dari orang dalam Kesultanan Kelantan bawha Manohara akan ke Singapura.
Tim pengacara dan Daisy awalnya akan ke Singapura, Kamis (28/5) pekan lalu. Namun rencana tersebut bocor di lingkutan Istana Sultan Kelantan.

Daisy dan pengacaranya kemudian menunda rencana tersebut. "Agar tidak mencolok Ibu Daisy dan kakaknya Dewi Sari saja yang berangkat ke Singapura pada hari Jumat (29/5). Namun kita tetap nerkoordinasi dengan Kedubes AS dan KBRI," ujar Yuli.

Manohara pun bertemu Daisy di Royal Plaza Hotel Singapura. Dia berhasil kabur setelah menekan tombol emergency di lift hotel saat dipaksa pihak Kesultanan Kelantan untuk dikunci di ruangan raja di lantai tiga.

Polisi Singapura kemudian berdatangan menolong Mano. Sempat terjadi ketegangan antara polisi dengan keluarga Sultan Kelantan, termasuk suami Mano.
Polisi Singapura kemudian mempertemukan kedua pihak, Daisy dengan suami Mano disaksikan utusan KBRI dan Kedubes AS. Saat itu, Mano diberi pilihan, mengikuti suaminya atau mengikuti ibunya.

Mano kemudian memutuskan mengikuti ibunya dan polisi mempersilakan Mano ikut dengan ibunya. Selanjutnya, polisi bersama KBRI dan Kedubes AS mengatur pemulangan Mano dan Daisy ke Jakarta.

Daisy bersama putrinya terbang dari Bandara Internasional Changi Minggu pagi menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Selama berada di dalam pesawat, Mano mendapat perhatian penumpang dan kru pesawat.

Bahkan, dia menjadi ajang rebutan foto bareng. Sepanjang penerbangan, Mano terlihat ceria dan melayani semua permintaan foro. Beberapa kali dia terlihat berjingkrak karena gembira.

Daisy punya cerita sendiri mengenai upaya membebaskan anaknya dari cengkeraman putra Kesultanan Kelantan. Wanita Bugis ini sempat bersitegang dengan bodyguard (pengawal) Kesultanan Kelantan ketika hendak membawa Manohara meninggalkan Royal Hotel.
Daisy dan Dewi ke Singapura, Jumat (29/5). Dia berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Singapura untuk menemui tokoh Kesultanan Kelantan bernama Dato Kadar Shah yang berjanji menjadi mediator untuk menyelesaikan konfil mengenai Manohara.
"Saat bertemu saya Selasa (26/5), dia (Dato) mengatakan siap menjadi mediator untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia juga janji bakal mempertemukan saya dengan Manohara," katanya.

Karena itu, Daisy menyebut penjemputan terhadap Manohara dilakukan tanpa sengaja. "Ini kebahagian kami, Manohara bisa kembali berkumpul di tengah-tengah keluarga lagi. Ini di luar perkiraan kami semua," katanya.

Begitu sampai di Singapura, Daisy langsung menuju Hotel Royal. Sampai di lobi hotel, Daisy dihampiri seorang perempuan berkewarganegaraan Indonesia yang menanyakan apakah dirinya sedang mencari Manohara.
"Saya sempat terkejut, ketika ada perempuan bertanya kepada saya apa mencari Manohara. Padahal saya tidak kenal dia, kok tahu urusan saya," terangnya.
Orang tersebut mengantarkan Daisy ke lantai tiga tempat Manohara menginap. Ternyata benar, begitu membuka pintu Manohara ada di kamar sendirian.
"Saya langsung cium tangan dia. Saya minta maaf, karena kesalahan saya yang membuat Manohara mengalami kejadian seperti ini," katanya terbata-bata.
Pertemuan singkat tersebut, diikuti dengan tekad untuk kembali ke Indonesia. Daisy dan Manohara bergegas meninggalkan kamar untuk menuju Bandara Changi.

Namun, begitu ketika keluar dari kamar mereka dicegat bodyguard yang ditugaskan Sultan Kelantan mengawasi Manohara.
Manohara pun dibawa kembali ke kamar. Perang mulut dalam kamar tidak bisa dihindarkan. "Saat terjadi perang mulut itu, Manohara menangis dan teriak histeris. Dia tidak ingin ke Malaysia lagi," katanya.

Manohara kemudian berlari ke lift. Dia menekan tombol alarm sehingga mengundang perhatian petugas keamanan hotel. Rupanya petugas keamanan hotel kemudian memanggil polisi yang mengambil keputusan menuruti kemauan Manohara. "Akhirnya tas berisi baju milik Manohara langsung dibawa polisi. Mereka mengantar kami sampai ke Bandara Changi," urai Daisy.
Kesultanan Kelantan belum mengontak Manohara maupun keluarganya.
Departemen Luar Negeri (Deplu) RI mengirim stafnya ke Singapura untuk berkoordinasi dengan KBRI di sana terkait dengan pemulangan Manohara.
Juru Bicara Deplu, Tenku Faizasyah, mengatakan, KBRI di Singapura turut berperan memulangkan Manohara. Petugas KBRI membantu pengurusan administrasi Mano, agar bisa keluar dari negeri singa itu.

"Karena diurus administrasinya oleh KBRI di sana. Kalau nggak, ya tidak bisa keluar dia (Manohara)," katanya.

Kedatangan Manohara di Bandara Soekarno-Hatta disambut bagai pahlawan. Puluhan aktivis LSM Merah Putih yang selama ini menjadi pendamping ibu Manohara, ikut menjemput.
Setelah sampai di ruang kedatangan, Manohara disambut dengan pekikan merdeka. Dia juga diberi jaket dan topi bermotif loreng.

Manohara dan Daisy tidak langsung ke rumahnya di bilangan Slipi, Jakarta Barat namun ke sekretariat LSM Merah Putih di kawasan Petojo, Jakarta Pusat.

Bantahan tentang penyiksaan Manohara selama berada dalam lingkungan kerajaan banyak ditulis melalui sebuah blog. Silahkan lihat DISINI

Sumber : http://amriawan.blogspot.com/


Read On 1 komentar

TNI AL: Kopral Satu AB Terlibat Pembunuhan Nasrudin (aku Kutip Dari Tribun Timur)

7:40:00 AM

JAKARTA, TRIBUN — Mabes TNI Angkatan Laut (AL) menyatakan bahwa Kopral Satu AB terbukti terlibat dalam rangkaian pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran (RPB) Nasrudin Zulkarnaen pada 14 Maret, yakni selaku perantara penyedia senjata api yang digunakan untuk membunuh bos PT RPB itu.

"Oknum AB bertindak selaku perantara dalam pengadaan senjata yang dipakai untuk membunuh Nasrudin," kata juru bicara TNI AL Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, di Jakarta, Sabtu (16/5).

Iskandar Sitompul menjelaskan, pada Februari 2009, oknum AB yang sehari-hari berdinas di Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta dihubungi rekannya berinisial FTH dan A yang bekerja sebagai petugas satpam di Kantor DPP Partai Patriot yang meminta dicarikan sebuah pistol.

AB langsung menyanggupi permintaan itu, tanpa bertanya untuk apa pistol itu akan digunakan. "Jadi, oknum AB ini sama sekali tidak tahu, kalau pistol itu akan digunakan untuk membunuh Nasrudin," tutur Iskandar.

AB bersama FTH dan A kemudian menuju Markas Brimob di Kelapa Dua untuk menemui HD, salah satu anggota Brimob, yang ternyata biasa melakukan penjualan senjata secara ilegal.

Ketiganya langsung mengadakan transaksi senilai Rp 12 juta, dengan pistol jenis Revolver Colt SNW beserta satu kotak amunisi. "Atas jasa baiknya itu, AB mendapat imbalan sebesar Rp 700.000 dari FTH dan A, dan akan ditambah Rp 2 juta," kata Iskandar.

AB kini meringkuk di balik jeruji Markas Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) di Bungur, Jakarta Pusat, untuk dimintai keterangan lebih rinci dan penyelidikan lebih lanjut.

Tentang sanksi yang akan diberikan, Iskandar memastikan bahwa yang bersangkutan akan dikeluarkan dari dinas kemiliteran secara tidak hormat karena melibatkan diri dalam pengadaan senjata ilegal.(*)

Read On 0 komentar

Cinta Ini Membunuhku : Terwujud di kasus cinta segitiga Antasari Azhar

3:36:00 PM
Sewaktu berkunjung ke blog Mbak Nunung Indrianto, (http://www.blogcatalog.com) ada postingannya yang membuatku berfikir. bunyinya seperti ini "Cinta Ini Membunuhku : Terwujud di kasus cinta segitiga Antasari Azhar"

Rupanya judul lagu populer Dmassive, Cinta ini Membunuhku, benar-benar telah menjadi kenyaatan. Sebuah kisah cinta segitiga antara petinggi negeri ini - seorang caddy cantik - dan seorang lagi direktur perusahaan besar- benar telah menjadikan lagu dari Dmassive ini menjadi kenyataan.

Dugaan bahwa Nasrudin Zulkarnaen, direktur PT. PRB dibunuh lantaran ada hubungan asmara telah membuktikannya. Dia dibunuh karena diduga kuat ada persaingan perebutan cinta (baca perselingkuhan) dari Caddy Cantik, Tika atau Rani Juliani. Siapakah pembunuhnya? Dari berbagai keterangan, ternyata otak pembunuhan itu adalah AA, seorang pimpinan lembaga yang selama ini memburu kasus korupsi yaitu KPK. AA, yang tidak lain adalah Antasari Azhar, adalah orang yang menurut berbagai media telah terlibat dalam kasus ini.

Ah...beginilah jika cinta sudah keluar dari hakikat cinta yang sebenarnya...

Read On 0 komentar

KETUA KPK "Antasari Azhar" : Dari Pemburu Koruptor menjadi Tersangka Pembunuh

12:51:00 PM

Pada tanggal 1 Mei 2009, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dicekal (cegah tangkal) oleh Kejaksaan Agung melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia [kok dari Kejagung, harusnya Polri karena masih dalam penyelidikan]. Hal ini disampaikan oleh Direktur Penindakan Imigrasi Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R Muchdor yang mendapat permintaan cekal dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jampintel) Kejaksaan Agung perihal Antasari Azhar masuk tersangka dalam pelanggaran Pasal 340 KUHP 340 yang berbunyi :

Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.
Pasal 340 KUHP

Nama Antasari Azhar muncul dalam daftar tersangka pembunuhan Nasruddin, Direktur PT Rajawali Putra Banjara. Menurut Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji pada Rabu Sore, ia mengatakna bahwa polisi masih mengejar dua orang tersangka yang diduga adalah pejabat tinggi yang merujuk pada ketua KPK, Antasari Azhar. Total tersangka pembunuhan Nasrudin adalah 9 orang. Dan pada hari sebelumnya, polisi melakukan penangkapan Pimpinan Umum T Pres Indonesia Merdeka, Sigit Haryo Wibisono. Baca selengkapnya di : Suryaonline

****

Asmara dan Pembunuhan

Tim Advokasi keluarga Nasruddin,Boyamin Saiman menyatakan bahwa pembunuhan Nasrudin diduga berlatar belakang asmara yakni hubungan asmara segita antara Nasrudin, AA dan Rani Juliani. Keluarga menyimpan bukti berupa pesan pendek yang diterima Nasrudin dua pekan sebelum ia tertembak, 14 Maret yang dikirim oleh AA. “Permasalahan di antara kita mari kita selesaikan baik-baik. Kalau perlu saya minta maaf. Jangan di-blow up, kalau di-blow up, tahu sendiri risikonya.”

Sejak menerima pesan pendek itu Nasrudin yang semula jarang shalat, jadi kerap shalat dan khusyuk sekali. Lebih dari itu, ia pun terlihat gelisah. Dua hari sebelum ditembak, Nasrudin membentuk tim penasihat hukum yang akan digunakannya untuk mendukung rencananya mengungkap kasus skandal yang melibatkan AA yang juga pejabat negara itu. Bukti berupa pesan pendek dan beberapa foto telah diserahkan keluarga kepada polisi. Menurut Boyamin, keluarga berharap bukti-bukti itu dapat dimanfaatkan untuk menemukan missing link yang disebutkan polisi.

Menurut tim Advokasi, Boyamin mengatakan bahwa Nasrudin dan AA sebenarnya telah berteman lama sejak Nasrudin aktif memberikan informasi tentang kasus korupsi di tubuh PT Rajawali Nusantara Indonesia. Belakangan, Nasrudin merasa kecewa karena kasus ini hanya menyeret Direktur Keuangan PT Rajawali Nusantara Indonesia sebagai tersangka dan melewatkan beberapa orang lain yang juga terlibat kasus itu.

Itu kekecewaan kedua Nasrudin kepada AA sehingga berencana membeberkan skandal AA kepada publik. Dengan rencana Nasrudin, barangkali AA merasa khawatir. Lalu ia berkeluh kesah kepada orang-orang dekatnya yang lantas diterjemahkan terlalu jauh atau mungkin saja ia memang memerintahkan langsung.

Dari hasil penelusuran keluarga, salah satu tersangka yang ditetapkan polisi, SH, diketahui sebagai tim sukses AA saat mengikuti seleksi masuk lembaga negara yang sekarang dipimpinnya. SH melobi beberapa partai di DPR sehingga AA bahkan bisa menjadi ketua di lembaga itu.

“AA khawatir reputasinya jatuh jika skandalnya dibuka dan SH khawatir bisnisnya terganggu jika AA dipaksa turun dari jabatannya jika skandalnya terungkap,” kata Boyamin

****

KPK dan Antasari Azhar

Sejak KPK dipimpin oleh Antari Azhar, insititusi pemberantasan korupsi mendapat kepercayaan besar dari

Antasari Azhar

Antasari Azhar

masyarakat. Antasari Azhar terpilih menjadi Ketua KPK pada 5 Desember 2007 dengan masa jabatan 2007-2011. Di bawah kepemimpinan beliaulah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin menunjukkan kemampuan dan keteguhan independensinya memberantas korupsi. Sebagai Ketua KPK, Antasari Azhar, kelahiran Pangkal Pinang, Bangka 18 Maret 1953, menunjukkan kepemimpinan yang menempatkan KPK pada sebagai lembaga yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan lembaga lainnya.

KPK di bawah kepemimpin mantan Kepala bidang hubungan media massa Kejaksaan Agung (2000) dan Kepala kkejaksaan Negeri Jakarta Selatan, ini memperlihatkan keberanian, profesionalitas, integritas dan eksistensinya yang tidak berada di bawah kendali pemerintah (eksekutif). Ia tidak gemar menghadap dan melapor kepada Presiden seperti pendahulunya Taufiequrachman Ruki.

Pada awal kepemimpinnya, beberapa saat setelah ia dilantik bersama empat anggota KPK lainnya di Istana Negara, Jakarta (Desember 2008 ), KPK membongkar kasus suap dalam tubuh Kejaksaan Agung [Mungkinkah Kejagung menggunakan kesempatan ini untuk "revenge"] , juga menuntaskan kasus penyimpangan aliran dana Bank Indonesia yang melibatkan antara lain Aulia Pohan, besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selama sekitar 2 tahun kepemimpinan, telah banyak pejabat tinggi baik di legislatif maupun petinggi-petinggi daerah seperti Gubernur dan Bupati. Masih segar dalam ingatan kita bahwa keberanian KPK dapat membawa Sarjan Taher, Hamka Yandhu, Al Amin Nasution, Saleh Djasit, Jaksa Urip, Artalyta yang melambungkan nama Antasari Azhar. Karena prestasi Antasari Azhar ini pula dengan cekatan partai Demokrat mengambil kesempatan untuk membawa nama baik SBY dan menjadi salah satu pendongkrak. Bahkan prestasi KPK pun dibawa-bawa Demokrat untuk mendongkrak suara pemilu 9 April 2009 silam.

*****

Bagaimana menyikapinya?

Deskripsi yang disampaikan oleh keluarga Nasruddin dan merefer kronologi AA (Antasari Azhar??) yang dilantik menjadi pejabat negara via transaksi keuangan yang melihatkan para tokoh nasional serta pengusaha SH (Sigit Haryo??). Dan dari keterangan tersebut pun dijelaskan bahwa terjadi tebang pilih oleh AA dalam penyelesaian kasus korupsi. Apakah benar Antasari sedingin dan semunafik itu? Benarkah korupsi masih terus dilakukan oleh para pemegang “trias politica”? Pertanyaan-pertanyaan ini pun menjadi misteri besar mengapa KPK masih belum menjerat komplotan koruptor BLBI, gratifikasi, serta korups dana DKP 2004 yang melibatkan 5 pasangan capres-cawapres yang 4 diantaranya akan maju jadi capres-cawapres 2009 yang sampai saat ini sudah meredup.

Dalam menyikapi ini, secara pribadi saya bersikap bahwa :

  • Pihak kepolisian dan kejaksaan harus menyelidiki kasus ini secara hukum tanpa desakan politik. Karena kita tahu bahwa hampir setiap kasus-kasus nasional selalu dipolitisasi. Ketika suatu lembaga berhasil, partai dan para politisi mengeksploitasi dengan mengatakan bahwa merekalah berhasil. Ketika suatu lembaga bermasalah, para politisi dan partai biasanya lempar tangan. Ketika kewajiban melaksanakan 20% anggaran Pendidikan, lalu secara sepihak mengklaim ini hasil kerja sendiri.
  • Sampai saat ini, saya masih yakin bahwa KPK masih tebang pilih. Mungkin ini adalah salah satu akibatnya. Kasus-kasus besar seperti pengakuan Agoes Condro, BLBI, Dana BI, korupsi dana DKP kampanye 5 capres-cawapres 2004 tidak muncul di permukaan lagi.
  • Saya yakin bahwa dalam satu sisi, Pak Antasari memiliki tekad yang besar dalam pemberantasan korupsi, namun disisi lain beliau mungkin khilaf [jika terbukti bersalah] karena memiliki kekuasaan yang besar dan masyarakat terlalu mengidolakan. Mungkin saja popularitas yang berlebih diberi masyarakat memberikan “dilematis” Antasari dalam menghadapi persoalan pribadi, sehingga cara-cara “short-cut” pun dipilihnya.
  • KPK bukanlah Antasari seorang. Begitu juga Antasari bukanlah KPK. Mari kita beri kepercayaan pada KPK, karena saya yakin masih ada orang-orang di tubuh KPK yang memiliki komitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi. Kita harus tetap mendukung KPK sepenuhnya untuk membongkar kebusukan di DPR, Kejagung, Polisi bahkan di Pemerintah sendiri. Jangan karena kesalahan satu orang [jika AA terbukti], maka para tikus koruptor di lembaga Kepolisian, DPR, Kejagung dan Pemerintah dapat bebas bergerak.
  • Janganlah terlalu fanatik terhadap suatu sosok. Mari kita berbicara tentang fakta dan realita. Benar kita dukung, salah kita kritik dan beri “therapi”. Sangat disayangkan bahwa masyarakat Indonesia saat ini terlalu “demam sosok” hanya dilihat satu sisi. Hal ini juga menimpa pada paradigma yang berkembang masyarakat mengenai tokoh nasional. Mayoritas masyarakat sering terhipnotis dengan mendukung suatu sosok dengan “keyakinan pokoknya si dia (X) adalah terbaik”. Padahal banyak sisi hitam yang tidak pernah dibongkar oleh masyarakat kita karena malas mencari informasi yang sesungguhnya. Himbauan ini terkait opini yang terbentuk pada pencitraan capres2 yang dianggap masyarakat tidak memiliki cacat, please buka lembarannya!
  • Jika pernyataan kuasa hukum keluarga Nasrudin benar bahwa AA terpilih karena adanya “kepentingan politik tertentu”, maka sangatlah naif jika ada partai yang mengatakan telah bersih dan menutup-nutupi kebobrokan ini. Dan sangatlah mungkin bahwa baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif (termask kepolisian) masih banyak diisi oleh “orang-orang” ataupun kepentingan bermasalah!
  • Masuknya namanya AA sangat mungkin dipolitisasi oleh para elit partai dan lembaga yang korup. Dan sangat mungkin kasus ini merupakan konspirasi terbesar dari para elit penguasa ataupun partai yang berusaha mendiskrikkan KPK, karena tidak tertutup kemungkinan Pileg dan Pilpres 2009 ini penuh dengan intrik dan kasus pelanggaran hukum yang berhubungan dengan uang. Terlebih upaya KPK mengawasi utang luar negeri serta upaya membongkar korupsi anggaran stimulus di tubuh Depkeu (Pemerintah Pusat) dan DPR (Abdul Aziz, Jhon Allen, Pejabat Depkeu, dll).
  • Ingat : Asas praduga tidak bersalah!

Updated:

Wanita yang disebut-sebut sebagai penyebab penembakan kepala Nasrudin Zulkarnaen hingga tewas adalah

Foto Rani Juliani

Foto Rani Juliani

wanita berumur 22 tahun bernama Rani Juliani. Rani juga yang memadamkan ‘terang’nya cahaya Antasari sebagai penegak hukum, sang hero dalam pemberantasan korupsi. Siapakah Rani Juliani? Saya coba searching, ternyata Rani Juliani punya blog di Blogspot yakni Rani Juliani Site Raharja [silahkan klik] . Dan dashyatnya jumlah pengunjung profil Rani Juliani meningkat drastis mencapai 38.000 pengunjung (per 2 Mei 2009). Silahkan cek langsung di SINI.

Dalam blognya Rani Juliani mendeskripsikan dirinya :
Saya seorang gadis yang manies menurut pengamatan orang2 di sekeliling aq. Diriku lahir pada tanggal 01 juli 1986. jangan lupa ngado yah… Anak ke 3 dari 4 sodara, tadinya mau bungsu, tapi bonyok gw doyan. he he

Dalam blognya Rani memberi informasi bahwa dia adalah seorang mahasiswa di STMIK Raharja dan tinggal di Tangerang-Banten. Alasan ia kuliah di STMIK karena SMTIK merupakan Perguruan Tinggi yang berkualitas di Tangerang dan sudah terakreditasi. Ia hanya sempat menulis 2 artikel sejak November 2008 yakni Artikel tanpa Judul dan Mengapa Saya Memilih Perguruan Tinggi Raharja? Wanita inikah yang akan menjadi “suramnya” karir Antasari Azhar? Dan kita berharap Rani dapat berbicara apa adanya dan bisa menjadi saksi kunci. Semoga.

Look_Man hanya berharap kepada semua pembaca blog ini jangan mudah menghujat orang tapi tidak bisa mencari kebenarannya. Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Read On 1 komentar

Followers

PLEASE NGASIH COMMENT YAH.....^_^


ShoutMix chat widget

FACEBOOKKU, ADD YAH (lumeks_tkj@yahoo.com)

TUGAS KAMPUSKU (NARSIS MODE_ON)

Daerah Asal Pengunjung

5 KOMENTAR TERAKHIR


DAFTAR ISI